<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8404832553342701580</id><updated>2011-11-28T06:20:46.633+07:00</updated><category term='Sore hari'/><category term='e-learning'/><title type='text'>MITRA ARNOLD</title><subtitle type='html'>Tempatnya Keluarga Arnold Nahampun menumpahkan ide, gagasan, informasi, pengetahuan, ketrampilan pada blog ini untuk berbagi dengan sesama.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://jeperis.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8404832553342701580/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeperis.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Jeperis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13619367957871181185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_XQ2RWJ7ZCow/SEOSQ5EKQBI/AAAAAAAAAAM/EKEzlaCh4sM/S220/Jep+di+Halim+20Nop06.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>17</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8404832553342701580.post-1213282103922867221</id><published>2010-06-02T10:26:00.002+07:00</published><updated>2010-06-02T11:01:55.004+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='e-learning'/><title type='text'>Peningkatan Kompetensi Widyaiswara LPMP dan P4TK</title><content type='html'>Pembelajaran Berbasis TIK (E-Learning) saat ini sangat meningkat dengan pesat sejalan dengan perkembangan teknologi dan informasi. Demikian juga Kementerian Pendidikan Nasional tidak ketinggalan dengan perkembangan teknologi dan informasi ini.&lt;br /&gt;Widyaiswara perlu dibekali dengan pembelajaran berbasis TIK agar bisa mengelola Diklat Online. Hal inilah yang dilakukan di Hotel Garden Permata Bandung, sejak tanggal 31 Mei s.d. 4 Juni 2010.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8404832553342701580-1213282103922867221?l=jeperis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeperis.blogspot.com/feeds/1213282103922867221/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8404832553342701580&amp;postID=1213282103922867221' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8404832553342701580/posts/default/1213282103922867221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8404832553342701580/posts/default/1213282103922867221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeperis.blogspot.com/2010/06/peningkatan-kompetensi-widyaiswara-lpmp.html' title='Peningkatan Kompetensi Widyaiswara LPMP dan P4TK'/><author><name>Jeperis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13619367957871181185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_XQ2RWJ7ZCow/SEOSQ5EKQBI/AAAAAAAAAAM/EKEzlaCh4sM/S220/Jep+di+Halim+20Nop06.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8404832553342701580.post-398366953677929834</id><published>2009-09-29T14:18:00.004+07:00</published><updated>2009-09-29T14:23:01.445+07:00</updated><title type='text'>PENGELOLAAN KKG</title><content type='html'>Undang-undang RI Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, mempersyaratkan guru untuk: (i) memiliki kualifikasi akademik minimum S1/D4;, (ii); memiliki kompetensi sebagai agen pembelajaran yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional; dan (iii) memiliki sertifikat pendidik. Dengan berlakunya Undang-undang ini diharapkan memberikan suatu kesempatan yang tepat bagi guru untuk meningkatkan profesionalismenya melalui pelatihan, penulisan karya ilmiah, pertemuan di Kelompok Kerja Guru (KKG), dan pertemuan di Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Dengan demikian KKG dan MGMP memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan profesional guru.&lt;br /&gt;Untuk mewujudkan peran KKG dan MGMP dalam pengembangan profesionalisme guru, maka peningkatan kinerja kelompok kerja guru (KKG) dan musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) merupakan masalah yang mendesak untuk dapat direalisasikan. Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan kinerja KKG dan MGMP, antara lain melalui berbagai pelatihan instruktur dan guru inti, peningkatan sarana dan prasarana, dan peningkatan mutu manajemen KKG/MGMP. Namun demikian, berbagai indikator mutu pendidikan belum menunjukkan peningkatan kinerja KKG/MGMP yang berarti. Di beberapa daerah menunjukkan peningkatan kinerja KKG/MGMP yang cukup menggembirakan, namun sebagian besar lainnya masih memprihatinkan.&lt;br /&gt;Berdasarkan masalah ini, maka diperlukan analisis yang mendalam mengenai rendahnya kinerja KKG/MGMP. Dari berbagai pengamatan dan analsis, sedikitnya ada empat faktor yang menyebabkan kinerja KKG/MGMP tidak mengalami peningkatan secara merata.&lt;br /&gt;Faktor pertama, kebijakan dan penyelenggaraan KKG/MGMP menggunakan pendekatan education production function atau input-output analysis yang tidak dilaksanakan secara konsekuen. Pendekatan ini melihat bahwa KKG/MGMP berfungsi sebagai pusat produksi yang apabila dipenuhi semua input (masukan) yang diperlukan dalam kegiatan produksi tersebut, maka lembaga ini akan menghasilkan output yang dikehendaki. Pendekatan ini&lt;br /&gt;menganggap bahwa apabila input KKG/MGMP seperti pelatihan guru dan perbaikan sarana dan prasarana lainnya dipenuhi, maka peningkatan kinerja KKG/MGMP (output) secara otomatis akan terjadi. Dalam kenyataan, peningkatan kinerja KKG/MGMP yang diharapkan tidak terjadi. Mengapa? Karena selama ini dalam menerapkan pendekatan education production function terlalu memusatkan pada input pendidikan dalam hal ini guru yang mengikuti kegiatan KKG/MGMP dan kurang memperhatikan pada proses kinerja. Padahal, proses kinerja sangat menentukan output kegiatan KKG/MGMP.&lt;br /&gt;Faktor kedua, penyelenggaraan KKG/MGMP yang dilakukan masih belum dapat melepaskan dari sistem birokrasi pemerintah daerah, sehingga menempatkan KKG/MGMP sebagai wadah pengembangan profesionalisme guru masih tergantung pada keputusan birokrasi yang mempunyai jalur yang sangat panjang dan kadang-kadang kebijakan yang dikeluarkan tidak sesuai dengan kebutuhan guru setempat. Dengan demikian KKG/MGMP&lt;br /&gt;kehilangan kemandirian, motivasi dan insiatif untuk mengembangkan dan memajukan lembaganya termasuk peningkatan profesionalisme guru sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi mutu pendidikan nasional.&lt;br /&gt;Faktor ketiga, akutabilitas kinerja KKG/MGMP selama ini belum dilakukan dengan baik. Pengurus KKG/MGMP tidak memiliki beban untuk mempertanggungjawabkan hasil pelaksanaan kegiatannya kepada sesame rekan guru, pimpinan sekolah, dan masyarakat.&lt;br /&gt;Faktor keempat, belum adanya panduan/ petunjuk kegiatan kelompok kerja yang jelas untuk dapat digunakan sebagai acuan bagi guru dan pengurus KKG/MGMP dalam melakukan aktivitas kelompok kerja atau musyawarah kerja.&lt;br /&gt;Berdasarkan kenyataan-kenyataan tersebut di atas, tentu saja perlu dilakukan upaya-upaya perbaikan, salah satunya adalah melakukan revitalisasi penyelenggaraan KKG/MGMP melalui penyusunan panduan penyelenggaraan KKG/MGMP dalam bentuk (1) Buku Standar&lt;br /&gt;Pengembangan KKG/ MGMP dan (2) Buku Standar Operasional Pelaksanaan KKG/MGMP. Diharapkan dengan adanya panduan pelaksanaan KKG/MGMP ini kegiatan-kegiatan kelompok kerja guru dan musyawarah kerja mata pelajaran dapat lebih terarah dan dapat dijadikan wadah untuk pengembangan profesionalisme guru secara mandiri dan&lt;br /&gt;berkelanjutan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8404832553342701580-398366953677929834?l=jeperis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeperis.blogspot.com/feeds/398366953677929834/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8404832553342701580&amp;postID=398366953677929834' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8404832553342701580/posts/default/398366953677929834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8404832553342701580/posts/default/398366953677929834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeperis.blogspot.com/2009/09/pengelolaan-kkg.html' title='PENGELOLAAN KKG'/><author><name>Jeperis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13619367957871181185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_XQ2RWJ7ZCow/SEOSQ5EKQBI/AAAAAAAAAAM/EKEzlaCh4sM/S220/Jep+di+Halim+20Nop06.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8404832553342701580.post-1150747941513351933</id><published>2008-11-18T11:13:00.000+07:00</published><updated>2008-11-18T14:43:32.705+07:00</updated><title type='text'>Ada Rumah Baru kita</title><content type='html'>Para Pembaca yang terhormat. Kita juga punya rumah yang baru didirikan. Silahkan datang, pintu terbuka untuk umum. Alamatnya : &lt;a href="http://www.jeperis.wordpress.com/"&gt;&lt;strong&gt;jeperis.wordpress.com&lt;/strong&gt; &lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8404832553342701580-1150747941513351933?l=jeperis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeperis.blogspot.com/feeds/1150747941513351933/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8404832553342701580&amp;postID=1150747941513351933' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8404832553342701580/posts/default/1150747941513351933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8404832553342701580/posts/default/1150747941513351933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeperis.blogspot.com/2008/11/ada-rumah-baru-kita.html' title='Ada Rumah Baru kita'/><author><name>Jeperis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13619367957871181185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_XQ2RWJ7ZCow/SEOSQ5EKQBI/AAAAAAAAAAM/EKEzlaCh4sM/S220/Jep+di+Halim+20Nop06.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8404832553342701580.post-1928337406590785390</id><published>2008-07-09T10:46:00.001+07:00</published><updated>2008-07-09T10:52:32.131+07:00</updated><title type='text'>SEKOLAH EFEKTIF</title><content type='html'>Konsep Sekolah Efektif itu sendiri sudah lama dikenal di dunia pendidikan di Indonesia  sejalan dengan adanya perubahan cara berfikir (paradigma) pelaksanaan pendidikan/ pembelajaran secara mendasar, dari cara berfikir konvensional ke cara berpikir modern dan maju, berdasarkan  hasil riset di bidang pendidikan.  &lt;br /&gt; Pilar-pilar/ciri/karakteristik Sekolah Efektif utamanya untuk memberikan wawasan pengetahuan yang utuh tentang kedudukan, tugas, peran dan fungsi sekolah sebagai agen pembaharuan, pelayanan,  peningkatkan mutu sumber daya manusia, dan sebagai bagian tak terpisahkan dari masyarakat secara keseluruhan.  Kata kuncinya terletak pada bagaimana upaya setiap warga sekolah dapat mendukung terwujudnya pelaksanakan pendidikan dan pembelajaran secara berkualitas melalui pemberdayaan berbagai komponen penting yang terdapat di sekolah dan di lingkungan masyarakat sekitar sekolah. &lt;br /&gt;Sekolah efektif adalah sekolah yang memiliki standar pengelolaan yang baik, transparan, responsibel dan akuntabel,  serta mampu memberdayakan setiap komponen penting sekolah, baik secara internal maupun eksternal, dalam rangka pencapaian visi-misi-tujuan sekolah secara efektif dan efesien.&lt;br /&gt;Telah banyak upaya yang dilakukan untuk menjadikan sekolah dapat memenuhi peran, tugas dan fungsinya sebagai agen pembaharuan, agen pelayanan masyarakat, dan agen pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas. Banyak diantaranya yang sudah berhasil, tapi ada jumlah yang lebih banyak lagi yang tidak atau kurang berhasil.   &lt;br /&gt;Kemunculan konsep pilar-pilar sekolah efektif menjadi penting, karena  dipandang sebagai terobosan dalam dunia pendidikan di era modern ini. &lt;br /&gt;Sekolah efektif adalah sekolah yang memiliki sistem pengelolaan yang baik, transparan dan akuntabel,  serta mampu memberdayakan setiap komponen penting sekolah, baik secara internal maupun eksternal, dalam rangka pencapaian visi-misi-tujuan sekolah secara efektif dan efesien.&lt;br /&gt;Konsep Sekolah Efektif muncul berdasarkan hasil Meta riset yang dilakukan di berbagai Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riset awal membuktikan hal-hal berikut:&lt;br /&gt;Di Amerika Serikat,  Coleman (1966) melaporkan “Siswa yang berprestasi tinggi di sekolah, melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, dan hidupnya berhasil adalah siswa yang berasal dari keluarga yang sosial ekonominya tinggi. Sedangkan siswa yang prestasinya rendah, tidak mampu belajar di sekolah, drop out, tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, tidak mempunyai motivasi belajar adalah siswa yang berasal dari keluarga yang sosial ekonominya rendah.&lt;br /&gt;Di Inggris, ROBBINS (1962) melaporkan bahwa Hampir semua siswa yang melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi berasal dari keluarga yang ayahnya mempunyai profesi yang tinggi. Hanya 2% siswa yang melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi berasal dari keluarga yang ayahnya tidak mempunyai kecakapan/pendidikan yang memadai.&lt;br /&gt;Pusat Penelitian Pengukuran dan Evaluasi NSW, (1960-1970) Australia, menyimpulkan bahwa  Pendapat/pandangan orang tua tentang nilai-nilai pendidikan sangat berpengaruh thd prestasi pembelajaran anak di sekolah. Berdasarkan pendapat/pandangan orang tua tsb, dapat diprediksi prestasi siswa di sekolah, kapan siswa drop out, jenis pekerjaan apa yang akan ditekuninya.&lt;br /&gt;Kesimpulannya, Latar belakang keluarga merupakan faktor penting yang menentukan prestasi/ keberhasilan siswa di sekolah. Apa yang dibawa siswa ke sekolah jauh lebih penting daripada proses yang terjadi di dalam sekolah. Sekolah tidak dapat membuat perubahan yang signifikan thd siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil riset ini, para ahli kemudian mempertanyakannya ”Betulkah sekolah pada umumnya tidak dapat membuat perubahan yang signifikan bagi siswa…?”&lt;br /&gt;Atas dasar pertanyaan besar yang diajukan tersebut, selanjutnya ditemukan bahwa ternyata: Ada sekolah-sekolah yang secara konsisten menghasilkan siswa-siswa berprestasi tinggi, melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi dan lebih berhasil hidupnya, apapun latar belakang keluarga siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaaan selanjutnya adalah: SEKOLAH YANG BAGAIMANAKAH YANG DAPAT MENGHASILKAN SISWA YANG BERHASIL TSB?&lt;br /&gt; Di INGGRIS , hasil penelitian Rutter (tahun 1979) melaporkan bahwa sekolah tsb  memiliki ciri-ciri: menekankan pada pembelajaran, guru merencanakan bersama dan bekerja sama dalam pelaksanaan pembelajaran, dan ada supervisi yang terarah dari guru senior dan kepsek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Amerika Serikat, penelitian Weber (1971),  Austin (1978),  Brookeover &amp; Lezotte (1979), Edmonds &amp; Frederickson (1979), Phi Delta Kappa (1980), secara meta analisis menyimpulkan  bahwa sekolah tsb mempunyai ciri: kepemimpinannya kuat, memiliki harapan yang tinggi bagi siswa dan guru, lingkungannya yang kondusif, kepala sekolah berperan sebagai ‘instructional leader’,  kemajuan prestasi belajar siswa sering dimonitor, dan  adanya dukungan pelibatan orang tua secara aktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil-hasil penelitian di atas, maka Berdasarkan meta analisis yang dilakukan  MacBeath &amp; Mortimer (tahun 2001), disimpulkan bahwa Sekolah Efektif itu memiliki cirri-ciri : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Visi dan misi yang jelas&lt;br /&gt;  Kepala sekolah yang profesional&lt;br /&gt;  Guru yang profesional&lt;br /&gt;  Lingkungan belajar yang kondusif&lt;br /&gt;  Ramah siswa&lt;br /&gt;  Manajemen yang kuat&lt;br /&gt;  Kurikulum yang luas dan berimbang &lt;br /&gt;  Penilaian dan pelaporan prestasi siswa yang bermakna &lt;br /&gt;  Pelibatan masyarakat yang tinggi&lt;br /&gt;Atas dasar hasil meta analisis tersebutlah kemudian MacBeath &amp; Mortier (2001) menjabarkan lebih lanjut masing-masing ciri/karakteristik Sekolah Efektif tersebut secara lengkap yang kemudian disebut sebagai indikator-indikator Sekolah Efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Macbeath &amp; Mortimer (2001).  Improving school effectiveness.  Buckingham: Open University Press.&lt;br /&gt;* Beare, Caldwell, Millikan (1992).  Creating an excellent school.  London: Routledge.&lt;br /&gt;* Characteristics of effective schools: http://www.schoolparents.canberra.net.au/effective schools.&lt;br /&gt;* Departemen Pendidikan Nasional (2005). Managemen berbasis sekolah.  Jakarta: Depdiknas.&lt;br /&gt;* Diperoleh saat pelatihan MCPM-AIBEP&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8404832553342701580-1928337406590785390?l=jeperis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeperis.blogspot.com/feeds/1928337406590785390/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8404832553342701580&amp;postID=1928337406590785390' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8404832553342701580/posts/default/1928337406590785390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8404832553342701580/posts/default/1928337406590785390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeperis.blogspot.com/2008/07/sekolah-efektif.html' title='SEKOLAH EFEKTIF'/><author><name>Jeperis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13619367957871181185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_XQ2RWJ7ZCow/SEOSQ5EKQBI/AAAAAAAAAAM/EKEzlaCh4sM/S220/Jep+di+Halim+20Nop06.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8404832553342701580.post-8056495144788078569</id><published>2008-06-07T09:43:00.000+07:00</published><updated>2008-06-07T09:44:37.641+07:00</updated><title type='text'>GURU JUGA MANUSIA</title><content type='html'>Sertifikasi guru jika dikisahkan dalam cerita, akan muncul dalam dua cerita yang berbeda, dongeng yang berakhir bahagia atau drama tragis yang menuai duka. Program sertifikasi guru pada prinsipnya merupakan service pemerintah untuk memperbaiki profesionalisme dan kesejahteraan guru di Indonesia. Perbaikan yang dilakukan secara bertahap tersebut dititikberatkan pada perbaikan  kinerja guru melalui penyusunan portofolio guru. Di dalam penyusunan portofolio tersebut ada 10 komponen yang harus dimiliki oleh guru, dua diantaranya adalah pendidikan S1 dan komponen pengembangan profesi dimana guru dituntut untuk aktif membuat karya tulis. Dari dua komponen tersebut dapat dilihat batasan profesionalisme seorang guru yang berhak mendapat hadiah perbaikan kesejahteraan sebesar 1 kali gaji pokok. Jika gaji pokok guru tersebut sebesar Rp. 1.600.000 maka ditambah ”hadiah” sertifikasi sebesar Rp. 1.600.000 akan menjadi Rp. 3.200.000. Artinya sertifikasi guru memberikan akhir yang membahagiakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di balik tawaran ” hadiah” peningkatan kesejahteraan yang ditawarkan oleh pemerintah terhadap guru melalui program sertifikasi guru ada ”kontrak kerja” yang harus ditinjau ulang dengan pemikiran yang bijak yaitu hadiah akan diberikan dengan syarat guru harus mengajar sebanyak 24 jam perminggu. Jika dibagi dalam 6 hari kerja maka 1 hari seorang guru harus mengajar sebanyak 24 jam perminggu. Jika dibagi dalam 6 hari kerja maka 1 hari seorang guru harus mengajar sebanyak 4 jam, dengan tambahan beban kerja setelah mengajar tetap harus mengoreksi pekerjaan siswa. Jika 1 kelas terdiri dari 40 orang siswa dan dalam 1 hari guru tersebut harus mengajar didua kelas berarti ada 80 pekerjaan siswa yang harus dikoreksi. Sementara itu guru juga harus membuat RPP untuk persiapan mengajar pada hari berikutnya. Pertanyaannya, masih sanggupkah seorang guru dengan beban kerja seperti itu mengembangkan profesinya? Apalah artinya hadiah tambahan gaji tersebut jika karena sering bekerja lembur guru tersebut terserang penyakit, sementara biaya pengobatan harganya selangit. Berdasarkan kondisi tersebut ada baiknya kebijakan sertifikasi guru ditinjau ulang persyaratannya. Jika tidak, maka sebaknya mars guru yang berjudul Pahlawan Tanpa Tanda jasa diganti dengan lagu Serius Band, Rocker Juga manusia digant subjeknya dengan guru juga manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis&lt;br /&gt;Silva Shanti, S.Pd&lt;br /&gt;SMAN 1 Bengkayang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8404832553342701580-8056495144788078569?l=jeperis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeperis.blogspot.com/feeds/8056495144788078569/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8404832553342701580&amp;postID=8056495144788078569' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8404832553342701580/posts/default/8056495144788078569'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8404832553342701580/posts/default/8056495144788078569'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeperis.blogspot.com/2008/06/guru-juga-manusia.html' title='GURU JUGA MANUSIA'/><author><name>Jeperis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13619367957871181185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_XQ2RWJ7ZCow/SEOSQ5EKQBI/AAAAAAAAAAM/EKEzlaCh4sM/S220/Jep+di+Halim+20Nop06.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8404832553342701580.post-2680626417347234783</id><published>2008-06-07T09:42:00.001+07:00</published><updated>2008-06-07T09:42:44.909+07:00</updated><title type='text'>KOLABORASI</title><content type='html'>Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang sedang melaksanakan program kolaborasi guru. Kolaborasi dimaksud adalah pertukaran tempat mengajar, baik tingkat SD, SMP maupun tingkat SMA. Untuk tahap pertama kolaborasi guru dimulai antar sekolah dalam satu kecamatan. Tahap kedua antar sekolah pada dua kecamatan terdekat, dan tahap ketiga antar sekolah pada semua kecamatan dengan kolaborasi secara acak. Dengan harapan, dilaksanakannya kolaborasi guru tersebut dapat menghilangkan rasa jenuh baik guru itu sendiri maupun siswa pada sekolah lama, dan tentunya yang paling utama dengan adanya kolaborasi diarapkan kinerja guru dan hasil yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya dalam kolaborasi guru tersebut, perlu kecermatan, perhitungan yang matang dan keakuratan data yang diambil. Cermat dalam artian guru dan sekolah mana yang pantas dikolaborasikan. Perhitungan yang matang, agar dampak dari kolaborasi guru tersebut benar-benar membawa dampak positif pada guru dan hasil yang ingin dicapai, dan perlu didata dengan baik, sekolah mana berkurang gurunya, kecamatan mana yang perlu dikolaborasikan. Bila tidak, bukan harapan hasil yang dicapai bahkan bisa program yang menakutkan bagi para guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis&lt;br /&gt;Drs. Makhmuddin&lt;br /&gt;SMA N 2 Sintang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8404832553342701580-2680626417347234783?l=jeperis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeperis.blogspot.com/feeds/2680626417347234783/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8404832553342701580&amp;postID=2680626417347234783' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8404832553342701580/posts/default/2680626417347234783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8404832553342701580/posts/default/2680626417347234783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeperis.blogspot.com/2008/06/kolaborasi.html' title='KOLABORASI'/><author><name>Jeperis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13619367957871181185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_XQ2RWJ7ZCow/SEOSQ5EKQBI/AAAAAAAAAAM/EKEzlaCh4sM/S220/Jep+di+Halim+20Nop06.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8404832553342701580.post-544644768195567968</id><published>2008-06-07T09:38:00.000+07:00</published><updated>2008-06-07T09:40:43.321+07:00</updated><title type='text'>COPY PASTE DARI INTERNET BUKAN MENJIPLAK</title><content type='html'>Ketika pertama kali saya ingin membuat karya tulis ilmiah, bingungnya minta ampun. Rupanya kerangka yang dberikan oleh pembimbing masih belum cukup. Saya berusaha minta  bantuan dengan orang yang pernah membuat karya tulis  ilmiah. Sebelumnya, yang saya dapatkan penjelasan yang berbelit-belit. Akhirnya saya mencoba mencari contoh-contoh karya tulis ilmiah melalui internet. Alhasil, saya mendapatkan berbagai contoh yang dapat menunjang pembuatan karya tulis. Cara inilah yang disebut copy paste alias meniru, tetapi ini menurut saya bukan menjiplak. Karena tidak persis habis semua isi dari contoh tersebut. Contoh yang ada hanya memudahkan kita dalam pembuatan sebuah karya tulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara copy paste ini dilhami dari seseorang yang hendak menggambar pemandangan. Seorang pelukis hendak akan mendapatkan acungan jempol apabila dapat menggambar obyek dengan persis. Mungkin menurut saya, dapat diadopsi dalam penulisan karya ilmiah. Dalam kaitannya, kita dapat menulis sebuah karya ilmiah dengan meniru gaya penulisan dari beberapa contoh yang ada. Contohnya, kita ingin membuat sebuah novel. Dengan membaca berbagai novel cinta kita akan dapat membuat sebuah novel dengan gaya yang sama. Jadi copy paste bukan berarti menjiplak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis.&lt;br /&gt;Heriansyah&lt;br /&gt;SMAN 1 Sekadau&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8404832553342701580-544644768195567968?l=jeperis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeperis.blogspot.com/feeds/544644768195567968/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8404832553342701580&amp;postID=544644768195567968' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8404832553342701580/posts/default/544644768195567968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8404832553342701580/posts/default/544644768195567968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeperis.blogspot.com/2008/06/copy-paste-dari-internet-bukan.html' title='COPY PASTE DARI INTERNET BUKAN MENJIPLAK'/><author><name>Jeperis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13619367957871181185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_XQ2RWJ7ZCow/SEOSQ5EKQBI/AAAAAAAAAAM/EKEzlaCh4sM/S220/Jep+di+Halim+20Nop06.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8404832553342701580.post-6626232498048450459</id><published>2008-06-03T15:10:00.000+07:00</published><updated>2008-06-03T15:16:48.395+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sore hari'/><title type='text'>Pontianak, Sore Selasa, 3 Juni 2008</title><content type='html'>Jam telah menunjukkan pukul 15.00 saat jam kerja telah berakhir. Saya hendak mau pulang ke rumah, tiba-tiba hujan turun dengan lebatnya. Sehingga aku membatalkan untuk pulang saat itu. Tiba-tiba rekan kerja yang sedang bawa mobil mau pulang hendak mengeluarkan mobil dari garasi menabrak tiang garasi...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8404832553342701580-6626232498048450459?l=jeperis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeperis.blogspot.com/feeds/6626232498048450459/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8404832553342701580&amp;postID=6626232498048450459' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8404832553342701580/posts/default/6626232498048450459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8404832553342701580/posts/default/6626232498048450459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeperis.blogspot.com/2008/06/pontianak-sore-selasa-3-juni-2008.html' title='Pontianak, Sore Selasa, 3 Juni 2008'/><author><name>Jeperis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13619367957871181185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_XQ2RWJ7ZCow/SEOSQ5EKQBI/AAAAAAAAAAM/EKEzlaCh4sM/S220/Jep+di+Halim+20Nop06.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8404832553342701580.post-2725145098616826501</id><published>2008-06-03T11:07:00.000+07:00</published><updated>2008-06-03T11:16:00.646+07:00</updated><title type='text'>Mengundang Bapak Ibu Guru memberikan komentar.</title><content type='html'>Bapak ibu guru SD, SMP, SMA dan SMK di seluruh wilayah Kalimantan Barat. Mengundang bapak ibu memberikan komentar, saran, kritikan ke blog ini . Baik dari Ketapang, Hallo Ketapang, Jelai Hulu, Sintang, Hallo Sintang, Naga Merakai. Kapuas Hulu , Hallo Putus Sibau,  Batu Datu , Melawi, Tanah Pinoh, Sekadau, Belitang, Sambas, Tebas, Singkawang, Bengkayang, jagoi Babang, landak, Serimbu, Sanggau, tayan Hilir, Pontianak Kota ato kabupaten. Dan Kabupaten Baru : kayong Utara, dan Kubu raya. Gimana kabarnya. Selamat bertugas. baik di kota, di desa, di pedalaman, di daerah terpencil, ditengah pulau, di gunung dan di pinggir sungai. Masih Ingat KTSP Bapak ibu. Jangan lupa. tetap semangat.&lt;br /&gt;Jeperis Nahampun.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8404832553342701580-2725145098616826501?l=jeperis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeperis.blogspot.com/feeds/2725145098616826501/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8404832553342701580&amp;postID=2725145098616826501' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8404832553342701580/posts/default/2725145098616826501'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8404832553342701580/posts/default/2725145098616826501'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeperis.blogspot.com/2008/06/mengundang-bapak-ibu-guru-memberikan.html' title='Mengundang Bapak Ibu Guru memberikan komentar.'/><author><name>Jeperis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13619367957871181185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_XQ2RWJ7ZCow/SEOSQ5EKQBI/AAAAAAAAAAM/EKEzlaCh4sM/S220/Jep+di+Halim+20Nop06.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8404832553342701580.post-8000877095622385022</id><published>2008-06-02T13:36:00.000+07:00</published><updated>2008-06-02T13:52:13.074+07:00</updated><title type='text'>Beratnya beban rakyat saat Krisis Moneter</title><content type='html'>Krisis moneter yang terjadi pada tahun 1997 terulang lagi tahun ini. Ada yang menyatakan semua negara mengalami krisis saat ini maka disebut krisis global. Harga Minyak Mentah dunia sampai ke level US$ 130 per barel. Entah naik atau turun lagi minyak dunia, yang jelas negara kita semakin terpuruk lagi, baik bidang ekonomi, hukum, budaya, dan di segala bidang.&lt;br /&gt;Tersebutlah bidang ekonomi, Harga BBM (bahan bakar minyak) sudah dinaikkan oleh Pemerintah sekitar 28 %, walaupun hampir semua elemen masyarakat tidak setuju alias protes, kecuali pendukung SBY, atau yang terkait dengan pemerintah. Bukan karena harga minyaknya yang bikin masalah sebenarnya, tapi barang-barang semua ikut naik. Terutama yang menyakitkan masyarakat adalah kebutuhan 9 bahan pokok, a entah apa saja itu. Atau umumnya kebutuhan pokok manusia ada 3 yaitu Sandang, Pangan, dan Papan semuanya tak terjangkau masayarakat kecil.&lt;br /&gt;Lain lagi penghematan oleh Departemen. Contohnya Departemen Pendidikan Nasonal. Pada Dirjen PMPTK (peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan) sangat merasakan penghematan itu. Khususnya LPMP, ada program yang sudah mengundang peserta kegiatan tetapi dibatalkan karena penghematan.&lt;br /&gt;Tapi kita tetap bersyukur, Karena Badai Pasti Berlalu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8404832553342701580-8000877095622385022?l=jeperis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeperis.blogspot.com/feeds/8000877095622385022/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8404832553342701580&amp;postID=8000877095622385022' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8404832553342701580/posts/default/8000877095622385022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8404832553342701580/posts/default/8000877095622385022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeperis.blogspot.com/2008/06/beratnya-beban-rakyat-saat-krisis.html' title='Beratnya beban rakyat saat Krisis Moneter'/><author><name>Jeperis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13619367957871181185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_XQ2RWJ7ZCow/SEOSQ5EKQBI/AAAAAAAAAAM/EKEzlaCh4sM/S220/Jep+di+Halim+20Nop06.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8404832553342701580.post-1793582808901535372</id><published>2008-02-01T08:59:00.000+07:00</published><updated>2008-02-01T09:10:22.120+07:00</updated><title type='text'>PENYAMPAIAN  KONSEP FISIKA YANG SERING KELIRU PADA PENDIDIKAN DASAR</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="FI"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Fisika adalah ilmu yang mempelajari tentang alam semesta, fenomena alam dan mekanisme yang terjadi di dalamnya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Lebih sederhananya dapat dikatakan bahwa fisika erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Apa yang kita alami, apa yang kita lakukan, kenapa hal itu terjadi dan mengapa demikian. Banyak peserta didik keliru dalam memahami ilmu fisika. Mereka sering beranggapan bahwa fisika hanya penuh dengan rumus-rumus, dalil-dalil yang membuat pusing. Bahkan guru-guru yang bukan berlatar belakang fisika juga sering menggambarkan fisika adalah pelajaran yang paling sulit dan membosankan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Anggapan ini sebenarnya dapat dihilangkan apabila penyampaian konsep fisika di jenjang pendidikan dasar tidak keliru. Penyampaian konsep fisika sebaiknya diawali dari kehidupan peserta didik itu sendiri. Sejak dia bangun pagi, beraktifitas, sekolah,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sampai kembali ia tidur malam semuanya berkaitan dengan fisika khususnya dan IPA umumnya. Pelajaran fisika sudah dimulai sejak di Sekolah Dasar yang disebut dengan pelajaran IPA (Ilmu pengetahuan Alam).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Penyampaian konsep fisika yang keliru menyebabkan kesulitan mengubah konsep itu menjadi kearah kebenaran di jenjang yang lebih tinggi. Kecenderungan pembelajaran IPA&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;pada masa kini adalah peserta didik hanya mempelajari IPA&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebagai produk, menghafalkan konsep, teori dan hukum. Keadaan ini diperparah oleh pembelajaran yang beriorientasi pada tes/ujian. Akibatnya IPA&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebagai proses, sikap, dan aplikasi tidak tersentuh dalam pembelajaran. Di samping itu karena fisika dijadikan hafalan sehingga pendidik bisa melakukan kekeliruan dalam menyampaikan konsep.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Fisika berhubungan dengan pengamatan, pemahaman dan peramalan fenomena alam, termasuk sifat-sifat sistem buatan manusia. Dalam pengajaran fisika saat ini tampak sekali dilewatinya proses penemuan rumus. Buku pelajaran fisika saat ini tak ubahnya ringkasan pelajaran yang tak merinci sebuah proses. Padahal, proses ini nantinya yang seharusnya menjadi butir penting agar siswa nantinya memiliki mekanisme pemecahan masalah atau solusi yang cerdas dalam berbagai bidang kehidupan,” kata Hadi Susanto, pakar ilmu fisika dari Universitas Negeri Semarang (Unnes), (&lt;i style=""&gt;Kompas, 23 Agustus 2006&lt;/i&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Fisika berkaitan erat dengan biologi, kimia, geologi, meteorologi dan astronomi yang dipadukan bernama IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). Sehingga dalam Kurikulum yang mengacu pada standar isi saat ini di Sekolah Menengah Pertama (SMP) telah disatukan menjadi IPA terpadu. Model pembelajaran terpadu merupakan salah satu model implementasi kurikulum yang dianjurkan untuk diaplikasikan pada semua jenjang pendidikan, mulai dari tingkat Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) sampai dengan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA). Model pembelajaran ini pada hakikatnya merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang memungkinkan peserta didik baik secara individual maupun kelompok aktif mencari, menggali, dan menemukan konsep serta prinsip secara holistik dan otentik (Depdikbud, 1996:3). Pembelajaran ini merupakan model yang mencoba memadukan beberapa pokok bahasan (Beane, 1995:615). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Menurut penulis seringnya ada kekeliruan dalam penyampaian konsep fisika karena fisika dijadikan pelajaran hafalan. Guru menyampaikan materi hanya ceramah atau pengajaran langsung. Hal itu sangat tidak dapat memahami seluruh materi sehingga mengakibatkan kekeliruan tersebut. Misalnya: Konsep perbandingan skala termometer celcius, reamur dan fahrenheit C : R : F = 5 : 4 : 9. Ada guru di Sekolah Dasar mengajarkan C : R : F = 4 : 5 : 9 karena dia kemungkinan hanya menghafalkan teori tersebut tanpa mengetahui dari mana datangnya perbandingan tersebut. Tapi kalau di awali bahwa C : R : F = 100 : 80 : 180 yaitu Skala Termometer Celcius 0 – 100, skala termometer Reamur 0 – 80 dan Skala termometer Farenheit 32 – 212 maka peserta didik tidak akan keliru. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Bila kita lihat kehidupan sehari-hari banyak fakta tanpa kita sadari berkaitan erat dengan fisika. Penulis memberikan beberapa contoh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Atraksi terbang burung di udara berkaitan dengan gaya hambat udara, gaya angkat, gaya dorong dan gaya berat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Jebolnya tanggul lumpur panas di Sidoarjo, Jawa Timur karena massa jenis dan tekanan lumpur panas yang mendesak dinding tidak diperhitungkan kepadatannya bahwa harus lebih kuat 2 kali lipat dari bendungan air untuk keperluan irigasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Piala Dunia sepak bola yang hampir 80 % penduduk dunia menikmatinya, dimana tanpa disadari tendangan penalti dan tendangan lainnya berkaitan dengan konsep gerak parabola dan gerak peluru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Listrik di rumah semuanya konsep dasarnya pada fisika.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Berikut ini ada beberapa alternatif pemecahan masalah di atas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Sarana dan Prasarana dalam pembelajaran fisika atau IPA&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diperlukan berbagai alat dan media pembelajaran. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Dengan memulai penyampaian materi melalui alat peraga akan meningkatkan taraf kecakapan berpikir peserta didik, karena peserta didik dihadapkan pada gagasan atau pemikiran yang lebih luas dan lebih dalam ketika menghadapi situasi pembelajaran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Dalam pembelajaran fisika,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pendidik menyajikan penerapan/aplikasi tentang dunia nyata yang dialami dalam kehidupan sehari-hari, sehingga memudahkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pemahaman konsep dan kepemilikan kompetensi IPA.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Pendidik memotivasi belajar peserta didik melalui hal-hal yang menarik berkaitan dengan fisika.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Pembelajaran fisika membantu menciptakan struktur kognitif yang dapat menjembatani antara pengetahuan awal peserta didik dengan pengalaman belajar yang terkait, sehingga pemahaman menjadi lebih terorganisasi dan mendalam, sehingga memudahkan memahami hubungan materi fisika&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari satu konteks ke konteks lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Dari uraian di atas dapatlah disimpulkan bahwa kekeliruan pemahaman konsep dapat mengubah konsep dalam pemikiran peserta didik. Pendidik perlu mengubah metode pembelajaran dari pengajaran langsung ke penerapan/aplikasi dunia nyata atau inkuiri ilmiah. Perlu direkomendasikan kepada guru-guru yang mengajar di Sekolah Dasar/Madrasah Tsanawiyah, agar prinsip pembelajaran IPA dilaksanakan meliputi empat unsur : Sikap, proses, produk, aplikasi. Di samping itu Kepala sekolah berinisiatif menyediakan alat peraga sederhana untuk setiap konsep pembelajaran fisika khusunya dan IPA umumnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;REFERENSI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 108pt; text-align: justify; text-indent: -90pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Sa’ud, Udin (2006), &lt;i style=""&gt;Penulisan Karya Ilmiah Populer&lt;/i&gt;, Direktorat Pembinaan Diklat, Ditjen PMPTK, Depdiknas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 108pt; text-align: justify; text-indent: -90pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Kusminarto (2005), &lt;i style=""&gt;Fisika dan Apresiasi Masyarakat Indonesia&lt;/i&gt;, FMIPA UGM, Koran Tempo, 24 Februari 2005.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Pusat Kurikulum (2006), &lt;i style=""&gt;Panduan pengembangan Pembelajaran IPA Terpadu&lt;/i&gt;, Balitbang, Depdiknas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Han (2006), &lt;i style=""&gt;Materi Ajar : Buku Fisika&lt;/i&gt;, Artikel fisika, &lt;a href="http://www%2Efisik@net.com/"&gt;www.fisik@net.com&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;*) Penulis adalah Widyaiswara LPMP Kalimantan Barat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8404832553342701580-1793582808901535372?l=jeperis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeperis.blogspot.com/feeds/1793582808901535372/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8404832553342701580&amp;postID=1793582808901535372' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8404832553342701580/posts/default/1793582808901535372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8404832553342701580/posts/default/1793582808901535372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeperis.blogspot.com/2008/01/penyampaian-konsep-fisika-yang-sering.html' title='PENYAMPAIAN  KONSEP FISIKA YANG SERING KELIRU PADA PENDIDIKAN DASAR'/><author><name>Jeperis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13619367957871181185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_XQ2RWJ7ZCow/SEOSQ5EKQBI/AAAAAAAAAAM/EKEzlaCh4sM/S220/Jep+di+Halim+20Nop06.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8404832553342701580.post-2660427620011195519</id><published>2007-06-16T15:55:00.000+07:00</published><updated>2007-06-16T16:19:47.858+07:00</updated><title type='text'>DIKLAT PEMBELAJARAN TEMATIK SD KELAS RENDAH LPMP KALBAR</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Pembelajaran Tematik merupakan pendekatan pembelajaran yang akan diterapkan di kelas rendah (kelas 1, 2 dan 3) Sekolah Dasar yang menerapkan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan pendidikan). Untuk lebih memahami bagaimana skenario pembelajaran Tematik, maka Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Kalimantan Barat pada tanggal 12 s.d. 15 Juni 2007 telah melaksanakan Diklat Pembelajaran Tematik yang diikuti 30 orang guru - guru Sekolah dasar dari Kota Pontianak dan sekitarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Selama 4 hari perkulihan banyak hal menarik dari kegiatan ini. Materi diklat selama kegiatan ini terdiri dari Filosofi Pembelajaran tematik (Dra. Sri. Murtini dan Jeperis nahampun, S.Si) Penjabaran SK, KD ke dalam Indikator (Dra. Sri. Murtini dan Drs. H. Firnando, M.Ed), Analisis Pemetaan Tema dan Jaringan Tema (Mujahir, M.Pd), Penilaian (Asep Sutisna, S.Pd), Pengembangan Silabus (Ardiani Mustikasari, S.Si dan Suhendri, S.Pd), Penyusunan RPP (Kasm, S.Pd, M.Si dan Jeperis Nahampun, S.Si). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Semua peserta kelihatan sangat antusias dalam mengikuti setiap sesi namun ada banyak pertanyaan dari peserta yang membuat kita lha gini toh pemahaman guru terhadap tematik, secara khusus atau KTSP secara umum. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Namun dengan sabar para widyaiswara melayani setiap pertanyaan dari peserta sehingga apa yang menjadi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;mindset &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;(pola pikir) mereka selama ini dapat diubah sedikit demi sedikit. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Di samping itu masih ada yang kurang pas dari pelatihan ini,  yaitu peserta sebagian bukan guru kelas rendah melainkan guru kelas 4, 5, dan 6. Sehingga ada ketidak sesuaian dengan apa yang mereka lakukan di sekolah masing-masing. Kiranya ini menjadi suatu harapan agar ke depan benar-benar sesuai dengan apa yang kita harapkan. Semoga. Tak lupa para widyaswara mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telah membantu pelaksanaan kegiatan ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8404832553342701580-2660427620011195519?l=jeperis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeperis.blogspot.com/feeds/2660427620011195519/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8404832553342701580&amp;postID=2660427620011195519' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8404832553342701580/posts/default/2660427620011195519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8404832553342701580/posts/default/2660427620011195519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeperis.blogspot.com/2007/06/diklat-pembelajaran-tematik-sd-kelas.html' title='DIKLAT PEMBELAJARAN TEMATIK SD KELAS RENDAH LPMP KALBAR'/><author><name>Jeperis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13619367957871181185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_XQ2RWJ7ZCow/SEOSQ5EKQBI/AAAAAAAAAAM/EKEzlaCh4sM/S220/Jep+di+Halim+20Nop06.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8404832553342701580.post-5054496570933293714</id><published>2007-06-13T15:45:00.000+07:00</published><updated>2007-06-13T16:18:50.476+07:00</updated><title type='text'>PEMBELAJARAN TEMATIK</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.3pt; text-align: justify; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;Latar belakang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.3pt; text-align: justify; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;Usia peserta didik Sekolah Dasar kelas satu, dua, dan tiga berada pada rentangan usia enam sampai dengan sembilan tahun. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;Pada usia tersebut seluruh aspek perkembangan kecerdasan seperti IQ, EQ, dan SQ tumbuh dan berkembang sangat luar biasa. Pada umumnya tingkat perkembangan masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik) serta mampu memahami hubungan antara konsep secara sederhana. Proses pembelajaran masih bergantung kepada objek-objek konkrit dan pengalaman yang dialami secara langsung. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Dengan pelaksanaan kegiatan seperti yang disebutkan di atas, muncul permasalahan pada kelas rendah (I-III) antara lain adalah tingginya angka mengulang kelas dan putus sekolah. Angka mengulang kelas dan angka putus sekolah peserta didik kelas I SD jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kelas yang lain. Data tahun 1999/2000 memperlihatkan bahwa angka mengulang kelas satu sebesar 11,6% sementara pada kelas dua 7,51%, kelas tiga 6,13%, kelas empat 4,64%, kelas lima 3,1%, dan kelas enam 0,37%. Pada tahun yang sama angka putus sekolah kelas satu sebesar 4,22%, masih jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan kelas dua 0,83%, kelas tiga 2,27%, kelas empat 2,71%, kelas lima 3,79%, dan kelas enam 1,78%. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;Permasalahan tersebut menunjukkan bahwa kesiapan sekolah sebagian besar peserta didik kelas awal sekolah dasar di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; cukup rendah. Sementara itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik yang telah masuk Taman Kanak-Kanak memiliki kesiapan bersekolah lebih baik dibandingkan dengan peserta didik yang tidak mengikuti pendidikan Taman Kanak-Kanak. Selain itu, perbedaan pendekatan, model, dan prinsip-prinsip pembelajaran antara kelas satu dan dua Sekolah Dasar dengan pendidikan pra-sekolah dapat juga menyebabkan peserta didik yang telah mengikuti pendidikan pra-sekolah pun dapat saja mengulang kelas atau bahkan putus sekolah. &lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;Atas dasar pemikiran di atas dan dalam rangka implementasi Standar Isi yang termuat dalam Standar Nasional Pendidikan, maka pembelajaran pada kelas awal Sekolah Dasar yakni kelas satu, dua, dan tiga lebih sesuai jika dikelola dalam pembelajaran terpadu melalui pendekatan pembelajaran tematik. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                                                    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;     B.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Tahap Perkembangan Belajar Anak Usia SD&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Anak usia sekolah dasar berada pada tahapan operasi konkret. Pada rentang usia tersebut anak mulai menunjukkan perilaku belajar sebagai berikut: (1) Mulai memandang dunia secara objektif, bergeser dari satu aspek situasi ke aspek lain secara reflektif dan memandang unsur-unsur secara serentak, (2) Mulai berpikir secara operasional, (3) Mempergunakan cara berpikir operasional untuk mengklasifikasikan benda-benda, (4) Membentuk dan mempergunakan keterhubungan aturan-aturan, prinsip ilmiah sederhana, dan mempergunakan hubungan sebab akibat, dan (5) Memahami konsep substansi, volume zat cair, panjang, lebar, luas, dan berat.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;Memperhatikan tahapan perkembangan berpikir tersebut, kecenderungan belajar anak usia sekolah dasar memiliki tiga ciri, yaitu: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Konkrit &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Konkrit mengandung makna proses belajar beranjak dari hal-hal yang konkrit yakni yang dapat dilihat, didengar, dibaui, diraba, dan diotak atik, dengan titik penekanan pada pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Integratif &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Pada tahap usia sekolah dasar anak memandang sesuatu yang dipelajari sebagai suatu keutuhan, mereka belum mampu memilah-milah konsep dari berbagai disiplin ilmu, hal ini melukiskan cara berpikir anak yang deduktif yakni dari hal umum ke bagian demi bagian. &lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hierarkis &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Pada tahapan usia sekolah dasar, cara anak belajar berkembang secara bertahap mulai dari hal-hal yang sederhana ke hal-hal yang lebih kompleks. &lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;B.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Belajar dan Pembelajaran&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bermakna&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Belajar pada hakekatnya merupakan proses membangun pengetahuan melalui transformasi pengalaman, sedangkan pembelajaran merupakan upaya yang sistemik dan sistematis dalam menata lingkungan belajar guna menumbuhkan dan mengembangkan belajar peserta didik. Proses belajar bersifat individual dan kontekstual, artinya proses belajar terjadi dalam diri individu sesuai dengan perkembangannya dan lingkungannya. &lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;Belajar &lt;span style=""&gt;bermakna&lt;/span&gt; &lt;i&gt;(meaningfull learning) &lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;merupakan suatu proses dikaitkannya informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang.  Ke&lt;span style=""&gt;bermakna&lt;/span&gt;an belajar sebagai hasil dari peristiwa mengajar ditandai oleh terjadinya &lt;span style=""&gt;hubungan substantif &lt;/span&gt;antara aspek-aspek, konsep-konsep, informasi atau situasi baru dengan komponen-komponen yang relevan di dalam struktur kognitif siswa. Proses belajar tidak sekadar menghafal konsep-konsep atau fakta-fakta belaka &lt;i&gt;(root learning),&lt;/i&gt; namun berusaha menghubungkan konsep-konsep tersebut untuk menghasilkan pemahaman yang utuh, sehingga konsep yang dipelajari akan dipahami secara baik dan tidak mudah dilupakan. Dengan demikian, agar terjadi belajar &lt;span style=""&gt;bermakna&lt;/span&gt; maka guru harus selalu berusaha mengetahui dan menggali konsep-konsep yang telah dimiliki siswa dan membantu memadukannya dengan pengetahuan baru yang akan diajarkan. Bila tidak dilakukan usaha untuk memadukan pengetahuan baru dengan konsep-konsep relevan yang sudah ada dalam struktur kognitif siswa, maka pengetahuan baru tersebut cenderung akan dipelajari secara hafalan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;C. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Landasan Pembelajaran Tematik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="IN" &gt;Pelaksanaan pembelajaran tematik merupakan implementasi dari kurikulum yang berlaku. Pada saat mempertimbangkan pelaksanaan pembelajaran ini didasari pada landasan filosofis, landasan psikologis, dan landasan yuridis. &lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;Landasan filosofis dari implementasi pembelajaran tematik sangat dipengaruhi oleh tiga aliran filsafat yaitu: (1) progresivisme, (2) konstruktivisme, dan (3) humanisme. Aliran progresivisme memandang proses pembelajaran perlu ditekankan pada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pembentukan kreatifitas, pemberian sejumlah kegiatan, suasana yang alamiah (natural), dan memperhatikan pengalaman siswa. Aliran konstruktivisme melihat pengalaman langsung siswa &lt;i style=""&gt;(direct experiences)&lt;/i&gt; sebagai kunci dalam pembelajaran. Menurut aliran ini, pengetahuan adalah hasil konstruksi atau bentukan manusia. Manusia mengkonstruksi pengetahuannya melalui interaksi dengan obyek, fenomena, pengalaman dan lingkungannya. Pengetahuan tidak dapat ditransfer begitu saja dari seorang guru kepada siswa, tetapi harus diinterpretasikan sendiri oleh masing-masing siswa. Pengetahuan bukan sesuatu yang sudah jadi, melainkan suatu proses yang berkembang terus menerus. Keaktifan siswa yang diwujudkan oleh rasa ingin tahunya sangat berperan dalam perkembangan pengetahuannya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Aliran humanisme melihat siswa dari segi keunikan/kekhasannya, potensinya, dan motivasi yang dimilikinya. Siswa selain memiliki kesamaan juga memiliki kekhasan.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;Landasan psikologis terutama berkaitan dengan psikologi perkembangan peserta didik dan psikologi belajar. Psikologi perkembangan diperlukan terutama dalam menentukan isi/materi pembelajaran tematik yang diberikan kepada siswa agar tingkat keluasan dan kedalamannya sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik. Psikologi belajar memberikan kontribusi dalam hal bagaimana isi/materi pembelajaran tematik tersebut disampaikan kepada siswa dan bagaimana pula siswa harus mempelajarinya. Melalui pembelajaran tematik diharapkan adanya perubahan perilaku siswa menuju kedewasaan, baik fisik, mental/intelektual, moral maupun sosial.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;Landasan yuridis berkaitan dengan berbagai kebijakan atau peraturan yang mendukung pelaksanaan pembelajaran tematik di sekolah dasar. Dalam UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dinyatakan bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya (pasal 9). Dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dinyatakan bahwa setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya (Bab V Pasal 1-b).&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;D.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pengertian Pembelajaran Tematik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pembelajaran tematik adalah pembelajaran yang menggunakan tema dalam mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. Dikatakan bermakna karena dalam pembelajaran tematik, siswa akan memahami konsep-konsep yang mereka pelajari melalui pengalaman langsung dan menghubungkannya dengan konsep lain yang telah dipahaminya. Pendekatan ini berangkat dari teori pembelajaran yang menolak proses latihan/hafalan &lt;i style=""&gt;(drill)&lt;/i&gt; sebagai dasar pembentukan pengetahuan dan struktur intelektual anak. Teori pembelajaran ini dimotori para tokoh Psikologi Gestalt, termasuk Piaget yang menekankan bahwa pembelajaran itu haruslah bermakna dan berorientasi pada kebutuhan dan perkembangan anak. Pendekatan pembelajaran tematik lebih menekankan pada penerapan konsep belajar sambil melakukan sesuatu &lt;i style=""&gt;(learning by doing)&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="IN" &gt;Dalam pelaksanaannya, pendekatan pembelajaran tematik ini bertolak dari suatu tema yang dipilih dan dikembangkan oleh guru bersama siswa dengan memperhatikan keterkaitannya dengan isi mata pelajaran. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="IN" &gt;Tema adalah pokok pikiran atau gagasan pokok yang menjadi pokok pembicaraan (Poerwadarminta, 1983). Dengan tema didharapkan akan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memberikan banyak keuntungan, di antaranya: 1) siswa mudah memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu, 2) Siswa mampu mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi dasar antar matapelajaran dalam tema yang sama; 3) pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan; 4) kompetensi dasar dapat dikembangkan lebih baik dengan mengkaitkan matapelajaran lain dengan pengalaman pribadi siswa; 5) Siswa mampu lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi disajikan dalam konteks tema yang jelas; 6) Siswa mampu lebih bergairah belajar karena dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, untuk mengembangkan suatu kemampuan dalam satu mata pelajaran sekaligus mempelajari matapelajaran lain; 7) guru dapat menghemat waktu karena mata pelajaran yang disajikan secara tematik dapat dipersiapkaan sekaligus dan diberikan dalam dua atau tiga pertemuan,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;waktu selebihnya dapat digunakan untuk kegiatan remedial, pemantapan, atau pengayaan.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);font-size:85%;" &gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;     E.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Arti Penting Pembelajaran Tematik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;br /&gt;   Beberapa ciri khas dari pembelajaran tematik antara lain: 1) Pengalaman dan kegiatan belajar sangat relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan anak usia sekolah dasar; 2) Kegiatan-kegiatan yang dipilih dalam pelaksanaan pembelajaran tematik bertolak dari minat dan kebutuhan siswa; 3) Kegiatan belajar akan lebih bermakna dan berkesan bagi siswa sehingga hasil belajar dapat bertahan lebih lama; 4) Membantu mengembangkan keterampilan berpikir siswa; 5) Menyajikan kegiatan belajar yang bersifat pragmatis sesuai dengan permasalahan yang sering ditemui siswa dalam lingkungannya; dan 6) Mengembangkan keterampilan sosial siswa, seperti kerjasama, toleransi, komunikasi, dan tanggap terhadap gagasan orang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left: 18.2pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Dengan pelaksanaan pembelajaran dengan memanfaatkan tema ini, akan diperoleh beberapa manfaat yaitu: 1) Dengan menggabungkan beberapa kompetensi dasar dan indikator serta isi mata pelajaran akan terjadi penghematan, karena tumpang tindih materi dapat dikurangi bahkan dihilangkan, 2) Siswa mampu melihat hubungan-hubungan yang bermakna sebab isi/materi pembelajaran lebih berperan sebagai sarana atau alat, bukan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tujuan akhir, 3) Pembelajaran menjadi utuh sehingga siswa akan mendapat pengertian mengenai proses dan materi yang tidak terpecah-pecah. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;4) Dengan adanya pemaduan antar mata pelajaran maka penguasaan konsep akan semakin baik dan meningkat, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h4 style="text-indent: -18pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;           Karakteristik Pembelajaran Tematik &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;Berpusat pada siswa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;Pembelajaran tematik berpusat pada siswa &lt;i style=""&gt;(student centered)&lt;/i&gt;, hal ini sesuai dengan pendekatan belajar modern yang lebih banyak menempatkan siswa sebagai subjek belajar sedangkan guru lebih banyak berperan sebagai fasilitator yaitu memberikan kemudahan-kemudahan kepada siswa untuk melakukan aktivitas belajar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;Memberikan pengalaman langsung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;Pembelajaran tematik dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa &lt;i style=""&gt;(direct experiences)&lt;/i&gt;. Dengan pengalaman langsung ini, siswa dihadapkan pada sesuatu yang nyata (konkrit) sebagai dasar untuk memahami hal-hal yang lebih abstrak. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Pemisahan matapelajaran tidak begitu jelas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Dalam pembelajaran tematik pemisahan antar mata pelajaran menjadi tidak begitu jelas. Fokus pembelajaran diarahkan kepada pembahasan tema-tema yang paling dekat berkaitan dengan kehidupan siswa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Menyajikan konsep dari berbagai matapelajaran &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;Pembelajaran tematik menyajikan konsep-konsep dari berbagai mata pelajaran dalam suatu proses pembelajaran. Dengan demikian, Siswa mampu memahami konsep-konsep tersebut secara utuh. Hal ini diperlukan untuk membantu siswa dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Bersifat fleksibel&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Pembelajaran tematik bersifat luwes (fleksibel) dimana guru dapat mengaitkan bahan ajar dari satu mata pelajaran dengan mata pelajaran yang lainnya, bahkan mengaitkannya dengan kehidupan siswa dan keadaan lingkungan dimana sekolah dan siswa berada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;Hasil pembelajaran sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;Siswa diberi kesempatan untuk mengoptimalkan potensi yang dimilikinya sesuai dengan minat dan kebutuhannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="NO-BOK" &gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="NO-BOK" &gt;Menggunakan prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="NO-BOK" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;G. RAMBU-RAMBU&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="FI" &gt;1. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Tidak semua mata pelajaran harus dipadukan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;2. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Dimungkinkan terjadi penggabungan kompetensi dasar lintas semester&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;3. Kompetensi dasar yang tidak dapat dipadukan, jangan dipaksakan untuk dipadukan. Kompetensi dasar yang tidak diintegrasikan dibelajarkan secara tersendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 35.45pt; text-indent: -18pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Kompetensi dasar yang tidak tercakup pada tema tertentu harus tetap diajarkan baik melalui tema lain maupun disajikan secara tersendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 35.45pt; text-indent: -18pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Kegiatan pembelajaran ditekankan pada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung serta penanaman nilai-nilai moral&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt; vertical-align: baseline; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;span style=""&gt;     6.&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Tema-tema yang dipilih disesuaikan dengan karakteristik siswa, lingkungan, dan daerah setempat&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt; vertical-align: baseline; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;o:p&gt;     Implikasi Pembelajaran Tematik&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;A.&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Implikasi bagi guru&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;Beberapa implikasi dalam penerapan Pembelajaran tematik antara lain:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 35.45pt; text-indent: -18pt; vertical-align: baseline; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;Pembelajaran tematik merupakan pendekatan yang harus digunakan dalam pelaksanaan pembelajaran di SD/MI. Oleh karena itu, guru perlu mempelajarinya terlebih dahulu sehingga memperoleh pemahaman baik secara konseptual maupun praktikal.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 35.45pt; text-indent: -18pt; vertical-align: baseline; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;Pembelajaran tematik memerlukan guru yang kreatif baik dalam menyiapkan kegiatan/pengalaman belajar bagi anak, juga dalam memilih kompetensi dari berbagai mata pelajaran dan mengaturnya agar pembelajaran menjadi lebih bermakna, menarik, menyenangkan dan utuh. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt; vertical-align: baseline; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;B.&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Implikasi bagi siswa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 35.45pt; text-indent: -18pt; vertical-align: baseline; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;Siswa&lt;b&gt; &lt;/b&gt;harus&lt;b&gt; &lt;/b&gt;siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang dalam pelaksanaannya dimungkinkan untuk bekerja baik secara individual, pasangan, kelompok kecil ataupun klasikal. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 35.45pt; text-indent: -18pt; vertical-align: baseline; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;Siswa&lt;b&gt; &lt;/b&gt;harus&lt;b&gt; &lt;/b&gt;siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang bervariasi misalnya melakukan &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;diskusi kelompok, mengadakan penelitian sederhana, dan pemecahan masalah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt; vertical-align: baseline; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;C.&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Implikasi terhadap buku ajar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 35.45pt; text-indent: -18pt; vertical-align: baseline; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;Penerapan pembelajaran tematik di sekolah dasar masih dapat menggunakan buku ajar yang sudah ada saat ini untuk masing-masing mata pelajaran. &lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 35.45pt; text-indent: -18pt; vertical-align: baseline; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;Dimungkinkan pula untuk menggunakan buku suplemen khusus yang memuat bahan ajar yang terintegrasi &lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;     D.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Implikasi terhadap &lt;span style=""&gt;Pengaturan tempat belajar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 20.3pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran tematik, perlu dilakukan pengaturan ruang kelas agar terjadi pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAKEM). Pengaturan ruang kelas tersebut meliputi pengaturan meja, kursi, lemari, perabotan kelas, alat, media, atau sumber belajar lainnya yang ada di kelas, diatur dengan fleksibel atau mudah diubah-ubah disesuaikan dengan tuntutan strategi pembelajaran yang akan digunakan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt; vertical-align: baseline; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;E.&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Implikasi terhadap Pemilihan bentuk kegiatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 18.9pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Agar proses pembelajaran berjalan dengan efektif dan tidak menjenuhkan, maka perlu dilakukan variasi pembelajaran yang berkaitan dengan gaya mengajar guru (teaching style), penggunaan alat dan media pembelajaran, dan pola interaksi pembelajaran, guru perlu juga menggunakan berbagai bentuk kegiatan misalnya percobaan, bermain peran, tanya jawab, demonstrasi, bercakap-cakap. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 21.3pt; text-indent: -18pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;F. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Implikasi terhadap Pemberian respon/penguatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 21.3pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Pemberian penguatan perlu dilakukan untuk memberikan respons terhadap perilaku atau perbuatan siswa yang dianggap positif agar perilaku tersebut dapat berulang kembali atau meningkat.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pemberi an penguatan ini dapat dilakukan dalam bentuk verbal dan non-verbal. Penguatan verbal berupa kata-kata atau kalimat pujian, dukungan, pengakuan, atau dorongan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bentuk penguatan non-verbal ditunjukkan dengan cara-cara seperti: raut wajah atau mimik muka, gerakan atau isyarat badan (gestural reinforcement), gerak mendekati siswa (proximity reinforcement), sentuhan (contact reinforcement), kegiatan yang menyenangkan, simbol atau tanda (token reinforcement), dan penguatan dengan benda/barang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt; vertical-align: baseline; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;span style=""&gt;G.&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Implikasi terhadap sarana, prasarana, sumber belajar dan media&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="ES" &gt;Pembelajaran tematik pada hakekatnya menekankan pada siswa baik secara individual maupun kelompok untuk aktif mencari, menggali dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip secara holistik dan otentik. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;Oleh karena itu, dalam pelaksanaannya memerlukan berbagai sarana dan prasarana belajar.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;Pembelajaran ini perlu memanfaatkan berbagai sumber belajar baik yang sifatnya didisain secara khusus untuk keperluan pelaksanaan pembelajaran (by design), maupun sumber belajar yang tersedia di lingkungan yang dapat dimanfaatkan (by utilization). Agar berbagai sumber belajar ini dapat dikelola dengan baik, masing-masing sekolah atau rayon sekolah, dapat mendirikan suatu pusat sumber belajar (learning resources center) yang merupakan suatu tempat yang dirancang secara khusus untuk melaksanakan aktivitas terorganisir dalam mendisain, mengembangkan, memanfaatkan, mengelola, mengevaluasi, dan meneliti berbagai sumber yang dapat digunakan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi penerapan pembelajaran tematik. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 35.45pt; text-indent: -18pt; vertical-align: baseline; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="ES" &gt;Pembelajaran ini juga perlu &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="ES" &gt;mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran yang bervariasi. Dengan menggunakan berbagai media akan membantu siswa dalam memahami konsep-konsep yang abstrak, dan media tersebut dapat digunakan dalam kegiatan belajar sebagai pengganti dari objek-objek yang terlalu berbahaya atau sukar didapat, obyek yang terlalu besar atau terlalu kecil.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;Penggunaan media ini dapat divariasikan ke dalam penggunaan media visual, media audio, dan media audio-visual. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 35.45pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Media visual adalah media yang dapat dilihat, contohnya seperti gambar-gambar yang disajikan secara fotografik misalnya gambar tentang manusia, binatang, tempat, atau objek lainnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Selain itu, terdapat juga media grafis yaitu media pandang dua dimensi (bukan fotografik) yang dirancang secara khusus untuk mengkomunikasikan tema-tema pembelajaran. Media ini dapat digunakan untuk mengungkapkan fakta atau gagasan melalui penggunaan kata-kata, angka serta bentuk simbol (lambang). Jenis media ini adalah grafik, bagan, diagram, poster, kartun, dan komik. Media visual lainnya yaitu model dan realia.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Model adalah media tiga dimensi yang merupakan tiruan dari beberapa objek nyata, seperti objek yang terlalu besar, objek yang terlalu jauh, objek yang terlalu kecil, objek yang terlalu mahal, objek yang jarang ditemukan, atau objek yang terlalu rumit untuk dibawa ke dalam kelas dan sulit dipelajari wujud aslinya. Jenis-jenis media model diantaranya: model padat &lt;i style=""&gt;(solid model)&lt;/i&gt;, model penampang &lt;i style=""&gt;(cutaway model)&lt;/i&gt;, model susun &lt;i style=""&gt;(build-up model)&lt;/i&gt;, model kerja &lt;i style=""&gt;(working model)&lt;/i&gt;, mock-up dan diorama. Masing-masing jenis model tersebut ukurannya mungkin persis sama, mungkin juga lebih kecil atau lebih besar dengan objek sesungguhnya. Media realia merupakan alat bantu visual dalam pembelajaran tematik yang berfungsi memberikan pengalaman langsung &lt;i style=""&gt;(direct experience)&lt;/i&gt; kepada siswa. Realia ini merupakan model dan objek nyata dari suatu benda, seperti mata uang, tumbuhan, binatang, dsb.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 35.45pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 35.45pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Media audio yaitu media yang mengandung pesan dalam bentuk auditif (hanya dapat didengar) yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa untuk mempelajari isi tema. Penggunaan media audio dalam pembelajaran tematik di sekolah dasar pada umumnya untuk melatih keterampilan yang berhubungan dengan aspek-aspek keterampilan mendengarkan. Dari sifatnya yang auditif, media ini mengandung kelemahan yang harus diatasi dengan cara divariasikan dengan media lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 35.45pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 35.45pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Media audio-visual. Sesuai dengan namanya, media ini merupakan kombinasi dari media audio dan media visual atau biasa disebut media pandang-dengar. Dengan menggunakan media audio-visual ini maka penyajian materi menjadi lengkap. &lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="FI" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="FI" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="FI" &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Langkah yang dilakukan dalam menyusun pembelajaran tematik adalah sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);" class="MsoBodyTextIndent"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="FI" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 21.3pt; text-indent: -21.3pt; vertical-align: baseline; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;A.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pemetaan Kompetensi Dasar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 21.3pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="FI" &gt;Kegiatan pemetaan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dan utuh dari semua standar kompetensi dan kompetens&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;i dasar dari beberapa mata pelajaran yang dipadukan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 21.3pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 21.3pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Dalam melakukan pemetaan dapat dilakukan dengan dua cara yakni: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36pt; text-indent: -14.7pt; vertical-align: baseline; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Cara pertama, mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang terdapat dalam masing-masing mata pelajaran, dilanjutkan dengan mengidentifikasi kompetensi dasar dari beberapa mata pelajaran yang dapat dipadukan, setelah itu melakukan penetapan tema pemersatu. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;Contoh format pemetaan cara pertama&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);" class="MsoBodyTextIndent"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);font-size:85%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36pt; text-indent: -14.7pt; vertical-align: baseline; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Cara kedua, menetapkan terlebih dahulu tema-tema pengikat keterpaduan, dilanjutkan dengan mengidentifikasi kompetensi dasar dari beberapa mata pelajaran yang cocok dengan tema yang ada.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Dari kedua cara pemetaan yang dilakukan, terdapat kegiatan yang harus dilakukan yaitu menentukan tema sebagai alat/wahana pemersatu dari standar kompetensi dari setiap mata pelajaran yang dipadukan. Dalam penentuan Tema dapat ditetapkan sendiri oleh guru dan/atau bersama siswa. Sehubungan dengan hal tersebut, maka dalam menetapkan tema perlu memperhatikan beberapa prinsip yaitu: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: -18pt; vertical-align: baseline; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;M&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;Ruang lingkup tema yang ditetapkan sebaiknya tidak terlalu luas atau terlalu sempit. Tema yang terlalu luas bisa dijabarkan lagi menjadi anak tema atau subtema yang sifatnya lebih spesifik dan lebih kongkret. Anak tema atau subtema tersebut selanjutnya dapat dikembangkan lagi menjadi suatu materi/isi pembelajaran. Bila digambarkan akan tampak seperti di bawah ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 17.85pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 17.85pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t202" coordsize="21600,21600" spt="202" path="m,l,21600r21600,l21600,xe"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:path gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1029" type="#_x0000_t202" style="'position:absolute;"&gt;  &lt;v:textbox style="'mso-next-textbox:#_x0000_s1029'/"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;  &lt;table align="left" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td height="5" width="256"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border: 0.75pt solid black; background: white none repeat scroll 0% 50%; vertical-align: top; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;color:white;" bg height="42" width="102"&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]--&gt;&lt;span style="position: absolute; left: 0pt; z-index: 4;"&gt;   &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;!--[endif]--&gt;     &lt;div shape="_x0000_s1029" style="padding: 4.35pt 7.95pt;" class="shape"&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;TEMA&lt;/p&gt;     &lt;/div&gt;     &lt;!--[if !mso]--&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;   &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !mso &amp; !vml]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 17.85pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 17.85pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:line id="_x0000_s1026" style="'position:absolute;left:0;text-align:left;z-index:1'" from="228.75pt,9.9pt" to="228.75pt,35.3pt"&gt;  &lt;v:stroke endarrow="block"&gt; &lt;/v:line&gt;&lt;v:line id="_x0000_s1027" style="'position:absolute;left:0;" from="144.6pt,9.9pt" to="228.75pt,41.65pt"&gt;  &lt;v:stroke endarrow="block"&gt; &lt;/v:line&gt;&lt;v:line id="_x0000_s1028" style="'position:absolute;left:0;" from="228.75pt,9.9pt" to="312.9pt,35.3pt"&gt;  &lt;v:stroke endarrow="block"&gt; &lt;/v:line&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;  &lt;table align="left" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td height="12" width="189"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Acer/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" shapes="_x0000_s1026 _x0000_s1027 _x0000_s1028" height="50" width="232" /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 17.85pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 17.85pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 17.85pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1032" type="#_x0000_t202" style="'position:absolute;left:0;"&gt;  &lt;v:textbox style="'mso-next-textbox:#_x0000_s1032'/"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: absolute; z-index: 7; left: 0px; margin-left: 250px; margin-top: 10px; width: 115px; height: 42px;font-size:85%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: absolute; z-index: 6; left: 0px; margin-left: 117px; margin-top: 10px; width: 119px; height: 42px;font-size:85%;" &gt;  &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="border: 0.75pt solid black; background: white none repeat scroll 0% 50%; vertical-align: top; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;color:white;" bg height="42" width="119"&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]--&gt;&lt;span style="position: absolute; left: 0pt; z-index: 6;"&gt;   &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;   &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !mso &amp; !vml]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1030" type="#_x0000_t202" style="'position:absolute;left:0;text-align:left;margin-left:284.85pt;"&gt;  &lt;v:textbox style="'mso-next-textbox:#_x0000_s1030'/"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: absolute; z-index: 5; left: 0px; margin-left: 379px; margin-top: 10px; width: 118px; height: 42px;font-size:85%;" &gt;  &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="border: 0.75pt solid black; background: white none repeat scroll 0% 50%; vertical-align: top; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;color:white;" bg height="42" width="118"&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]--&gt;&lt;span style="position: absolute; left: 0pt; z-index: 5;"&gt;   &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;   &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !mso &amp; !vml]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm; text-indent: 36pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm; text-indent: 36pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;Sebagai contoh adalah:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: -18pt; vertical-align: baseline; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;Tema ”&lt;span style=""&gt;PENGALAMAN”&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;dapat dikembangkan menjadi anak tema: (1) Pengalaman menyenangkan, (2) Pengalaman menyedihkan, (3) Pengalaman lucu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: -18pt; vertical-align: baseline; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;Tema ”&lt;span style=""&gt;ALAT TRANSPORTASI” &lt;/span&gt;dapat dikembangkan menjadi anak tema: (1) Alat transportasi darat, (2) Alat transportasi laut, 3) Alat transportasi udara. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: -18pt; vertical-align: baseline; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;Tema ”PERISTIWA ALAM” dapat dikembangkan menjadi anak tema: (1)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;banjir, (2) gempa bumi, (3) gunung meletus, (4) tanah longsor, dsb. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 21.3pt; text-indent: -21.3pt; vertical-align: baseline; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;B.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Menetapkan Jaringan Tema &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 21.3pt; text-indent: 0cm; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;Setelah melakukan pemetaan dapat membuat jaringan tema yaitu &lt;span style=""&gt;menghubungkan kompetensi dasar dengan tema pemersatu dan mengembangkan indikator pencapaiannya untuk setiap kompetensi dasar yang terpilih. Dengan jaringan tema tersebut akan terlihat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kaitan antara tema,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kompetensi dasar dan indikator dari setiap mata pelajaran. &lt;/span&gt;Kompetensi dasar dan materi yang luas dan tersebar pada masing-masing mata pelajaran dapat mengakibatkan pemahaman yang parsial dan tidak terintegrasi, padahal memiliki jalinan konsep yang saling mendukung.&lt;span style=""&gt; Berikut disajikan &lt;/span&gt;contoh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jaringan tema&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;keterhubungan kompetensi dasar dengan tema pemersatu ”BINATANG” dalam bagan dan matriks di bawah ini. &lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 53.45pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-right: 17.5pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:group id="_x0000_s1033" style="'position:absolute;left:0;text-align:left;font-size:8168,4320;" coordorigin="2419,11563" coord&gt;  &lt;v:shape id="_x0000_s1034" type="#_x0000_t202" style="'position:absolute;" filled="f" stroked="f"&gt;   &lt;v:textbox style="'mso-next-textbox:#_x0000_s1034'"&gt;    &lt;![if !mso]&gt;    &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;     &lt;tr&gt;      &lt;td&gt;&lt;![endif]&gt;      &lt;div&gt;      &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="'text-align:center'"&gt;&lt;span style="'font-size:10.0pt;mso-bidi-font-family:font-size:12.0pt;"&gt;BAHASA      INDONESIA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;table class="MsoNormalTable" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" style="'border-collapse:collapse;border:none;mso-border-alt:solid"&gt;       &lt;tr style="'mso-yfti-irow:0;mso-yfti-firstrow:yes'"&gt;        &lt;td width="169" valign="top" style="'width:126.6pt;border:solid"&gt;        &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="'text-align:center'"&gt;&lt;span style="'font-size:10.0pt;mso-bidi-font-family:font-size:12.0pt;"&gt;KD        (diisi KD yang diambil dari Pemetaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;       &lt;tr style="'mso-yfti-irow:1;mso-yfti-lastrow:yes'"&gt;        &lt;td width="169" valign="top" style="'width:126.6pt;border:solid"&gt;        &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="'text-align:center'"&gt;&lt;span style="'font-size:10.0pt;mso-bidi-font-family:font-size:12.0pt;"&gt;INDIKATOR        (dibuat oleh guru)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;      &lt;/table&gt;      &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="'text-align:center'"&gt;&lt;span style="'font-size:10.0pt;mso-bidi-font-family:font-size:12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;/div&gt;      &lt;![if !mso]&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;    &lt;/table&gt;    &lt;![endif]&gt;&lt;/v:textbox&gt;  &lt;/v:shape&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1035" type="#_x0000_t202" style="'position:absolute;" filled="f" stroked="f"&gt;   &lt;v:textbox style="'mso-next-textbox:#_x0000_s1035'"&gt;    &lt;![if !mso]&gt;    &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;     &lt;tr&gt;      &lt;td&gt;&lt;![endif]&gt;      &lt;div&gt;      &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="'text-align:center'"&gt;&lt;span style="'font-size:10.0pt;mso-bidi-font-family:font-size:12.0pt;"&gt;MATEMATIKA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;table class="MsoNormalTable" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" style="'border-collapse:collapse;border:none;mso-border-alt:solid"&gt;       &lt;tr style="'mso-yfti-irow:0;mso-yfti-firstrow:yes'"&gt;        &lt;td width="169" valign="top" style="'width:126.6pt;border:solid"&gt;        &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="'text-align:center'"&gt;&lt;span style="'font-size:10.0pt;mso-bidi-font-family:font-size:12.0pt;"&gt;KD        (diisi KD yang diambil dari pemetaan)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;       &lt;tr style="'mso-yfti-irow:1;mso-yfti-lastrow:yes'"&gt;        &lt;td width="169" valign="top" style="'width:126.6pt;border:solid"&gt;        &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="'text-align:center'"&gt;&lt;span style="'font-size:10.0pt;mso-bidi-font-family:font-size:12.0pt;"&gt;INDIATOR        (dibuat oleh guru)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;      &lt;/table&gt;      &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="'text-align:center'"&gt;&lt;span style="'font-size:10.0pt;mso-bidi-font-family:font-size:12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;/div&gt;      &lt;![if !mso]&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;    &lt;/table&gt;    &lt;![endif]&gt;&lt;/v:textbox&gt;  &lt;/v:shape&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1036" type="#_x0000_t202" style="'position:absolute;" filled="f" stroked="f"&gt;   &lt;v:textbox style="'mso-next-textbox:#_x0000_s1036'"&gt;    &lt;![if !mso]&gt;    &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;     &lt;tr&gt;      &lt;td&gt;&lt;![endif]&gt;      &lt;div&gt;      &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="'text-align:center'"&gt;&lt;span lang="SV"  style="'font-size:10.0pt;mso-bidi-font-family:font-size:12.0pt;"&gt;PENGETAHUAN ALAM&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;table class="MsoNormalTable" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" style="'border-collapse:collapse;border:none;mso-border-alt:solid"&gt;       &lt;tr style="'mso-yfti-irow:0;mso-yfti-firstrow:yes'"&gt;        &lt;td width="181" valign="top" style="'width:135.95pt;border:solid"&gt;        &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="'text-align:center'"&gt;&lt;span lang="SV"  style="'font-size:10.0pt;mso-bidi-font-family:font-size:12.0pt;"&gt;KD (diisi KD yang diambil dari pemetaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;       &lt;tr style="'mso-yfti-irow:1;mso-yfti-lastrow:yes'"&gt;        &lt;td width="181" valign="top" style="'width:135.95pt;border:solid"&gt;        &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="'text-align:center'"&gt;&lt;span lang="SV"  style="'font-size:10.0pt;mso-bidi-font-family:font-size:12.0pt;"&gt;INDIKATOR (dibuat oleh guru)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;      &lt;/table&gt;      &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="'text-align:center'"&gt;&lt;span lang="SV"  style="'font-size:10.0pt;mso-bidi-font-family:font-size:12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;/div&gt;      &lt;![if !mso]&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;    &lt;/table&gt;    &lt;![endif]&gt;&lt;/v:textbox&gt;  &lt;/v:shape&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1037" type="#_x0000_t202" style="'position:absolute;" filled="f" stroked="f"&gt;   &lt;v:textbox style="'mso-next-textbox:#_x0000_s1037'"&gt;    &lt;![if !mso]&gt;    &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;     &lt;tr&gt;      &lt;td&gt;&lt;![endif]&gt;      &lt;div&gt;      &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="'text-align:center'"&gt;&lt;span lang="SV"  style="'font-size:10.0pt;mso-bidi-font-family:font-size:12.0pt;"&gt;KERAJINAN TANGAN DAN KESENIAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;table class="MsoNormalTable" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" style="'border-collapse:collapse;border:none;mso-border-alt:solid"&gt;       &lt;tr style="'mso-yfti-irow:0;mso-yfti-firstrow:yes'"&gt;        &lt;td width="169" valign="top" style="'width:126.6pt;border:solid"&gt;        &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="'text-align:center'"&gt;&lt;span lang="SV"  style="'font-size:10.0pt;mso-bidi-font-family:font-size:12.0pt;"&gt;KD (diisi KD yang diambil dari pemetaan)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;       &lt;tr style="'mso-yfti-irow:1;mso-yfti-lastrow:yes'"&gt;        &lt;td width="169" valign="top" style="'width:126.6pt;border:solid"&gt;        &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="'text-align:center'"&gt;&lt;span lang="SV"  style="'font-size:10.0pt;mso-bidi-font-family:font-size:12.0pt;"&gt;INDIKATOR (dibuat oleh guru)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;      &lt;/table&gt;      &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="'text-align:center'"&gt;&lt;span lang="SV"  style="'font-size:10.0pt;mso-bidi-font-family:font-size:12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;/div&gt;      &lt;![if !mso]&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;    &lt;/table&gt;    &lt;![endif]&gt;&lt;/v:textbox&gt;  &lt;/v:shape&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1038" type="#_x0000_t202" style="'position:absolute;"&gt;   &lt;v:textbox style="'mso-next-textbox:#_x0000_s1038'"&gt;    &lt;![if !mso]&gt;    &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;     &lt;tr&gt;      &lt;td&gt;&lt;![endif]&gt;      &lt;div&gt;      &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="'text-align:center'"&gt;&lt;span style="'font-size:10.0pt;mso-bidi-font-family:font-size:12.0pt;"&gt;Tema:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="'text-align:center'"&gt;&lt;b style="'mso-bidi-font-weight:normal'"&gt;&lt;span style="';font-size:10.0pt;"&gt;BINATANG&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;      &lt;/div&gt;      &lt;![if !mso]&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;    &lt;/table&gt;    &lt;![endif]&gt;&lt;/v:textbox&gt;  &lt;/v:shape&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1039" style="'position:absolute;left:6426;top:12283;" coordsize="1496,720" path="m,720l,,1496,e" filled="f"&gt;   &lt;v:stroke endarrow="block"&gt;   &lt;v:path arrowok="t"&gt;  &lt;/v:shape&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1040" style="'position:absolute;left:7271;top:13543;" coordsize="1122,720" path="m,l1122,r,720e" filled="f"&gt;   &lt;v:stroke endarrow="block"&gt;   &lt;v:path arrowok="t"&gt;  &lt;/v:shape&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1041" style="'position:absolute;left:5416;top:13888;" coordsize="1309,720" path="m1309,r,720l,720e" filled="f"&gt;   &lt;v:stroke endarrow="block"&gt;   &lt;v:path arrowok="t"&gt;  &lt;/v:shape&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1042" style="'position:absolute;left:3733;top:12643;" coordsize="935,540" path="m935,540l,540,,e" filled="f"&gt;   &lt;v:stroke endarrow="block"&gt;   &lt;v:path arrowok="t"&gt;  &lt;/v:shape&gt;&lt;/v:group&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;  &lt;table align="left" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td height="7" width="60"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Acer/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" shapes="_x0000_s1033 _x0000_s1034 _x0000_s1035 _x0000_s1036 _x0000_s1037 _x0000_s1038 _x0000_s1039 _x0000_s1040 _x0000_s1041 _x0000_s1042" height="327" width="549" /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-right: 17.5pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-right: 17.5pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-right: 17.5pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-right: 17.5pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-right: 17.5pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-right: 17.5pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-right: 17.5pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-right: 17.5pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-right: 17.5pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-right: 17.5pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-right: 17.5pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0cm -2.6pt 0.0001pt 0cm; text-indent: 37.4pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0cm -2.6pt 0.0001pt 0cm; text-indent: 37.4pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0cm -2.6pt 0.0001pt 0cm; text-indent: 37.4pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0cm -2.6pt 0.0001pt 0cm; text-indent: 37.4pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0cm -2.6pt 0.0001pt 0cm; text-indent: 37.4pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0cm -2.6pt 0.0001pt 0cm; text-indent: 37.4pt; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);" class="MsoBodyTextIndent"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);" class="MsoBodyTextIndent"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);" class="MsoBodyTextIndent"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 21.3pt; text-indent: -21.3pt; vertical-align: baseline; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;C.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Penyusunan Silabus Pembelajaran Tematik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 21.3pt; text-indent: 0cm; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;Silabus dikembangan dari jaringan tema &lt;i&gt;(contoh jaringan tema lihat lampiran). &lt;/i&gt;Silabus dapat dirumuskan untuk keperluan satu minggu atau dua minggu, tergantung pada keluasan dan kedalam kompetensi yang diharapkan. Secara umum, silabus ini diartikan sebagai garis-garis besar, ringkasan, ikhtisar, atau pokok-pokok isi/materi pembelajaran. Silabus merupakan penjabaran lebih lanjut dari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang ingin dicapai, dan pokok-pokok materi yang perlu dipelajari siswa. Tahapan dalam menyusun silabus perlu didasarkan pada matriks/bagan keterhubungan yang telah dikembangkan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 21.3pt; text-indent: 0cm; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 21.3pt; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="SV" &gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 153);font-size:85%;" &gt;Kompetensi dasar setiap matapelajaran yang tidak bisa dikaitkan dalam pembelajaran tematik disusun dalam silabus tersendiri. Format silabus disusun dalam bentuk matriks dan memuat tentang mata pelajaran yang akan dipadukan, kompetensi dasar, indikator (dirumuskan oleh guru) yang akan dicapai, pengalaman belajar, materi pokok, strategi atau langkah-langkah pembelajaran yang akan dilakukan, alokasi waktu yang dibutuhkan, dan sumber bahan pustaka yang dijadikan rujukan. Contoh format dan petunjuk pengisian dapat dilihat pada contoh.&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 21.3pt; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8404832553342701580-5054496570933293714?l=jeperis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeperis.blogspot.com/feeds/5054496570933293714/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8404832553342701580&amp;postID=5054496570933293714' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8404832553342701580/posts/default/5054496570933293714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8404832553342701580/posts/default/5054496570933293714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeperis.blogspot.com/2007/06/pembelajaran-tematik.html' title='PEMBELAJARAN TEMATIK'/><author><name>Jeperis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13619367957871181185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_XQ2RWJ7ZCow/SEOSQ5EKQBI/AAAAAAAAAAM/EKEzlaCh4sM/S220/Jep+di+Halim+20Nop06.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8404832553342701580.post-6654004505478867488</id><published>2007-06-11T19:48:00.000+07:00</published><updated>2007-06-11T20:13:34.634+07:00</updated><title type='text'>PEMBELAJARAN IPA TERPADU</title><content type='html'>&lt;p:colorscheme colors="#ffffff,#000000,#808080,#000000,#bbe0e3,#333399,#009999,#99cc00"&gt;&lt;/p:colorscheme&gt;&lt;p:colorscheme colors="#ffffff,#000000,#808080,#000000,#bbe0e3,#333399,#009999,#99cc00"&gt;  &lt;/p:colorscheme&gt;&lt;div shape="_x0000_s1026" class="O"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:178;"&gt;&lt;span style="position: absolute; left: -4.25%;"&gt;•&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Latar Belakang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol style="font-family: verdana;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;SK dan KD IPA SMP diarahkan untuk memberikan keterampilan dan keahlian bertahan hidup dalam kondisi yang penuh dengan berbagai perubahan, persaingan, ketidakpastian, dan kerumitan dalam kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:178;"&gt;&lt;span style="position: absolute; left: -3.91%;"&gt;•&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kurikulum ini disusun untuk menciptakan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;tamatan yang kompeten, cerdas dalam &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;membangun integritas sosial, serta &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;mewujudkan karakter nasional.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;Melalui pembelajaran IPA&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terpadu, peserta &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;didik dapat memperoleh pengalaman &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;langsung, sehingga dapat menambah &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;kekuatan untuk menerima, menyimpan, dan &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;memproduksi kesan-kesan tentang hal-hal &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;yang dipelajarinya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: left;" shape="_x0000_s1026" class="O"&gt;      &lt;/div&gt;  &lt;div  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;p:colorscheme colors="#ffffff,#000000,#808080,#000000,#bbe0e3,#333399,#009999,#99cc00"&gt;&lt;/p:colorscheme&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:32;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:32;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div shape="_x0000_s1026" class="O"&gt;    &lt;/div&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pembelajaran terpadu dalam IPA&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dapat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;dikemas dengan TEMA atau TOPIK  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div shape="_x0000_s1026" class="O"&gt;&lt;div style="font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="position: absolute; left: -3.27%;"&gt;•&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Misalnya &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;b&gt;tema lingkungan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt; dapat dibahas dari &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;sudut &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;b&gt;biologi, fisika, dan kimia.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style=""&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;span style="position: absolute; left: -3.38%;"&gt;•&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="SV" &gt;Pembahasan tema juga dimungkinkan hanya dari aspek biologi dan fisika, atau kimia dan biologi, atau fisika dan kimia saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;p:colorscheme colors="#ffffff,#000000,#808080,#000000,#bbe0e3,#333399,#009999,#99cc00"&gt;  &lt;/p:colorscheme&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:trebuchet ms;" shape="_x0000_s1026" class="O"&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:178;" &gt;&lt;span style="position: absolute; left: -6.89%;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Tujuan Pembelajaran IPA Terpadu&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;b&gt;Meningkatkan efisiensi dan efektivitas &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;b&gt;pembelajaran &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="position: absolute; left: -7.48%;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Meningkatkan minat dan motivasi &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="position: absolute; left: -6.26%;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Beberapa kompetensi dasar dapat dicapai &lt;/b&gt;&lt;b&gt;sekaligus&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;    &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;p:colorscheme colors="#ffffff,#000000,#808080,#000000,#bbe0e3,#333399,#009999,#99cc00"&gt;  &lt;/p:colorscheme&gt;&lt;/span&gt;&lt;div shape="_x0000_s1026" class="O"&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:156;"&gt;&lt;span style="position: absolute; left: -6.41%;"&gt;•&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kekuatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Terjadi penghematan waktu, karena ketiga disiplin ilmu (Fisika, Kimia, dan Biologi) dapat dibelajarkan sekaligus.  &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="position: absolute; left: -7.41%;"&gt;•&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Peserta didik dapat melihat hubungan yang &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;bermakna antarkonsep Fisika, Kimia, dan Biologi. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="position: absolute; left: -6.85%;"&gt;•&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Meningkatkan taraf kecakapan berpikir peserta &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;didik,  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="position: absolute; left: -7.55%;"&gt;•&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pembelajaran terpadu menyajikan &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;penerapan/aplikasi tentang dunia nyata yang &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;dialami dalam kehidupan sehari-hari,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="position: absolute; left: -3.51%;"&gt;•&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Motivasi belajar peserta didik dapat diperbaiki &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;dan ditingkatkan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="position: absolute; left: -3.42%;"&gt;•&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pembelajaran terpadu membantu menciptakan &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;struktur kognitif yang dapat menjembatani &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;antara pengetahuan awal peserta didik &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;dengan pengalaman belajar yang terkait,  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="position: absolute; left: -4.1%;"&gt;•&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Akan terjadi peningkatan kerja sama&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;antarguru submata pelajaran terkait,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;      &lt;div shape="_x0000_s1026" class="O"&gt;      &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:32;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kelemahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:32;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;    &lt;/div&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;p:colorscheme colors="#ffffff,#000000,#808080,#000000,#bbe0e3,#333399,#009999,#99cc00"&gt;  &lt;/p:colorscheme&gt;&lt;/span&gt;&lt;div shape="_x0000_s1026" class="O"&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:133;"&gt;&lt;span style="position: absolute; left: -6.84%;"&gt;•&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Aspek Guru&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;: Guru harus berwawasan luas,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memiliki &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;kreativitas tinggi, keterampilan metodologis yang handal,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;rasa percaya diri yang tinggi, dan berani mengemas dan &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;mengembangkan materi.  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="position: absolute; left: -6.66%;"&gt;•&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Aspek peserta didik&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;: Pembelajaran terpadu menuntut &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;kemampuan belajar peserta didik yang relatif “baik”, baik &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;dalam kemampuan akademik maupun kreativitasnya.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="position: absolute; left: -6.26%;"&gt;•&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Aspek sarana&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;b&gt;dan sumber pembelajaran&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;: Pembelajaran &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;terpadu memerlukan bahan bacaan atau sumber informasi &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;yang cukup banyak dan bervariasi, mungkin juga fasilitas &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;internet.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;p:colorscheme colors="#ffffff,#000000,#808080,#000000,#bbe0e3,#333399,#009999,#99cc00"&gt;  &lt;/p:colorscheme&gt;&lt;/span&gt;&lt;div shape="_x0000_s1026" class="O"&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="position: absolute; left: -4.17%;"&gt;•&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Aspek kurikulum&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;: Kurikulum harus luwes, &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;berorientasi pada pencapaian ketuntasan &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;pemahaman peserta&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;  &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="position: absolute; left: -4.17%;"&gt;•&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Aspek penilaian:&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt; Pembelajaran terpadu &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;membutuhkan cara penilaian yang menyeluruh &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;(komprehensif), yaitu menetapkan keberhasilan &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;belajar peserta didik dari beberapa mata pelajaran &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;terkait yang dipadukan.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="position: absolute; left: -3.81%;"&gt;•&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Suasana pembelajaran&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;: Pembelajaran terpadu &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;berkecenderungan mengutamakan salah satu mata &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;pelajaran dan ‘tenggelam’nya mata pelajaran lain.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p:colorscheme colors="#ffffff,#000000,#808080,#000000,#bbe0e3,#333399,#009999,#99cc00"&gt;  &lt;/p:colorscheme&gt;&lt;/span&gt;&lt;div shape="_x0000_s1026" class="O"&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="position: absolute; left: -4.17%;"&gt;•&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="position: absolute; left: -3.81%;"&gt;•&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Suasana pembelajaran&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;: Pembelajaran terpadu &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;berkecenderungan mengutamakan salah satu mata &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;pelajaran dan ‘tenggelam’nya mata pelajaran lain. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;p:colorscheme colors="#ffffff,#000000,#808080,#000000,#bbe0e3,#333399,#009999,#99cc00"&gt;  &lt;/p:colorscheme&gt;&lt;/span&gt;&lt;div shape="_x0000_s1026" class="O"&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p:colorscheme colors="#ffffff,#000000,#808080,#000000,#bbe0e3,#333399,#009999,#99cc00"&gt;  &lt;/p:colorscheme&gt;&lt;/span&gt;&lt;div shape="_x0000_s1026" class="O"&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="position: absolute; left: -4.18%;"&gt;•&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;Contoh Tema pembelajaran IPA Terpadu&lt;br /&gt;Wujud Zat dan Kelarutan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; (Fisika dan Kimia)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="position: absolute; left: -4.26%;"&gt;•&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kalor dan Penyulingan&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(Fisika dan Kimia)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="position: absolute; left: -3.7%;"&gt;•&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Energi Kalor dalam Kehidupan&lt;/span&gt; (Fisika dan Kimia)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="position: absolute; left: -3.76%;"&gt;•&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Bahan Kimia dalam Makanan&lt;/span&gt; (Bologi dan Kimia)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="position: absolute; left: -4.26%;"&gt;•&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Rokok dan Kesehatan&lt;/span&gt; (Biologi dan Kimia)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="position: absolute; left: -3.71%;"&gt;•&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Bebas dari Efek Samping Bahan Kimia di Rumah &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Tangga&lt;/span&gt; (Biologi dan Kimia)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pengaruh Energi dalam Kehidupan&lt;/span&gt; (Biologi dan Fisika) &lt;/span&gt;    &lt;/div&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Acer/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;      &lt;/div&gt;      &lt;/div&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:32;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8404832553342701580-6654004505478867488?l=jeperis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeperis.blogspot.com/feeds/6654004505478867488/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8404832553342701580&amp;postID=6654004505478867488' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8404832553342701580/posts/default/6654004505478867488'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8404832553342701580/posts/default/6654004505478867488'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeperis.blogspot.com/2007/06/pembelajaran-ipa-terpadu.html' title='PEMBELAJARAN IPA TERPADU'/><author><name>Jeperis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13619367957871181185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_XQ2RWJ7ZCow/SEOSQ5EKQBI/AAAAAAAAAAM/EKEzlaCh4sM/S220/Jep+di+Halim+20Nop06.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8404832553342701580.post-7282083613411682490</id><published>2007-06-11T19:41:00.000+07:00</published><updated>2007-06-11T19:45:36.913+07:00</updated><title type='text'>Jalan Jelimpo- Peluntan Sengkunang Nyaris Putus</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: rgb(51, 51, 0);" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 0);" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 0);"&gt;Kerusakan Jalan Jelimpo ke desa Peluntan Sengkunang sepanjang &lt;u&gt;+ &lt;/u&gt;8 km di kec. Ngabang kab. Landak diibaratkan warganya sebagai penyakit kronis. Jalan tersebut hingga saat ini masih jalan tanah sehingga bila musim hujan nampak bagaikan kubangan kerbau. Penulis yang kali terakhir ke desa Peluntan pada tanggal 24 Desember 2005 lalu melihat betapa rusaknya jalan tersebut. Kalau misalnya jalan kaki dari Jelimpo sama-sama berangkat dengan naik ojek maka yang sampai duluan pejalan kaki, karena naik ojek biasanya sering jatuh karena hancurnya jalan tersebut. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 0);" lang="SV"&gt;Salah satu warga Peluntan yang bekerja di Sanggau Kapuas bila menceritakan kondisi jalan tersebut merasa merinding mengingat betapa rusaknya jalan tersebut. Menurut salah satu warga Peluntan yang bekerja sebagai tukang ojek yang sering keluar masuk Jelimpo – Peluntan, dana untuk pembangunan jalan tersebut katanya sudah ada sekitar Rp. 200.000.000.- dan rencana Bupati akan memulai pembangunan pada awal Desember 2005 yang lalu. Kenyataannya hingga Juni 2007 belum ada tanda-tanda mau dibangun. Kami sebagai warga Peluntan Sengkunang mengharapkan kepada Bupati agar segera merealisasikan pembangunan jalan tersebut karena sangat didambakan warga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 0);" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 0);"&gt;Warga Peluntan-Sengkunang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8404832553342701580-7282083613411682490?l=jeperis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeperis.blogspot.com/feeds/7282083613411682490/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8404832553342701580&amp;postID=7282083613411682490' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8404832553342701580/posts/default/7282083613411682490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8404832553342701580/posts/default/7282083613411682490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeperis.blogspot.com/2007/06/jalan-jelimpo-peluntan-sengkunang.html' title='Jalan Jelimpo- Peluntan Sengkunang Nyaris Putus'/><author><name>Jeperis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13619367957871181185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_XQ2RWJ7ZCow/SEOSQ5EKQBI/AAAAAAAAAAM/EKEzlaCh4sM/S220/Jep+di+Halim+20Nop06.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8404832553342701580.post-9006762815908946195</id><published>2007-06-09T18:03:00.000+07:00</published><updated>2007-06-12T18:35:35.668+07:00</updated><title type='text'>HASIL DISKUSI PESERTA WORKSHOP AKREDIASI SEKOLAH</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;1. LPMP perlu memprogramkan Pendidikan dan Latihan (Diklat) untuk penyelenggaraan Penelitian Tindakan kelas bagi guru – guru SMP di Kalimantan Barat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;LPMP perlu memprogramkan Pendidikan dan latihan untuk Instruktur Bahasa Asing.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Perlu adanya pelatihan bagi Kepala Sekolah tentang penyusunan :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Program Pengembangan Sekolah (RPS).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Rencana Operasional Sekolah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Rencana Strategi (Renstra).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Sekolah ( RAPBS).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="SV" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;4. Perlu adanya Pelatihan untuk Laboran IPA.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8404832553342701580-9006762815908946195?l=jeperis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeperis.blogspot.com/feeds/9006762815908946195/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8404832553342701580&amp;postID=9006762815908946195' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8404832553342701580/posts/default/9006762815908946195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8404832553342701580/posts/default/9006762815908946195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeperis.blogspot.com/2007/06/hasil-diskusi-peserta-workshop.html' title='HASIL DISKUSI PESERTA WORKSHOP AKREDIASI SEKOLAH'/><author><name>Jeperis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13619367957871181185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_XQ2RWJ7ZCow/SEOSQ5EKQBI/AAAAAAAAAAM/EKEzlaCh4sM/S220/Jep+di+Halim+20Nop06.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8404832553342701580.post-6168765177591155103</id><published>2007-04-28T23:35:00.000+07:00</published><updated>2007-06-11T20:18:59.907+07:00</updated><title type='text'>USAHA MEMOTIVASI ANAK PEDALAMAN KALBAR</title><content type='html'>PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat dengan mengendarai kendaraan roda dua type bebek Legenda, penulis dengan bersusah payah melalui perjalanan yang medannya cukup sulit naik turun gunung akhirnya tiba di satu perkampungan kumuh dan sunyi di kaki sebuah gunung di pedalaman Kalbar. Kampung itu bernama desa Kedondong di pedalaman Kabupaten Sambas, penulis membantu dua orang anak yang sudah tamat SD namun tidak melanjut ke SMP karena ketiadaan biaya walaupun keinginan mereka untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Betapa gembiranya mereka saat penulis menawarkan akan membiayai mereka melanjutkan pendidikannya ke SMP.&lt;br /&gt;Provinsi Kalimantan Barat ditinjau dari segi kultur budayanya terutama di daerah pedalaman di hampir semua Kabupaten didominasi oleh suku Dayak sebagai suku asli di samping suku Melayu dan Tionghoa di Kalimantan Barat. Puluhan bahkan mungkin ratusan macam suku Dayak mendiami Kalbar dari lebih 300 macam seluruh suku Dayak yang ada. Saat ini memang Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Barat yaitu Bapak L.H. Kadir adalah suku Dayak. Namun secara umum tidak banyak suku Dayak yang tampil sebagai pejabat Pemerintahan maupun  Perusahaan swasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MASALAH&lt;br /&gt;Dari pengamatan penulis, minat anak-anak suku Dayak pedalaman Kalbar untuk melanjutkan pendidikan setelah tamat SD sangat kurang dibandingkan dengan  anak-anak suku lainnya. Beberapa faktor-faktor penyebab minat anak-anak itu kurang antara lain:&lt;br /&gt;1.       Anak-anak pedalaman masih belum menyadari akan pentingnya pendidikan bagi dirinya demi masa depannya.&lt;br /&gt;2.     Anak-anak pedalaman kebanyakan sulit menerima pelajaran di sekolah.&lt;br /&gt;3.     Orangtua anak kurang mendorong anaknya untuk melanjutkan pendidikannya karena kekurangan biaya untuk menyekolahkannya.&lt;br /&gt;4.     Orangtua anak kurang mendorong anaknya untuk melanjutkan pendidikannya karena ingin anaknya membantu di ladang atau menjaga adiknya saat orangtuanya bekerja di ladang.&lt;br /&gt;5.     Guru-guru di Sekolah Dasar kurang memberi dorongan dan pengertian akan arti pentingnya pendidikan.&lt;br /&gt;6.     Guru-guru di Sekolah Dasar sering tidak masuk sekolah sehingga memberi teladan yang kurang baik bagi si anak.&lt;br /&gt;7.     Anak-anak di pedalaman yang masih usia SD sudah pandai merokok dan mencari duit dengan “memotong karet” atau pekerjaan lainnya.&lt;br /&gt;Itulah beberapa faktor yang menyebabkan anak-anak pedalaman Kalbar kurang tertarik atau termotivasi untuk melanjutkan pendidikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kita telah mengetahui betapa pentingnya pendidikan demi masa depan. Untuk menjadi pegawai negeri saja lulusan SMA sudah jarang dibutuhkan kecuali untuk menjadi pesuruh. Demikian juga jika ingin bekerja di perusahaan swasta atau BUMN/BUMD tidak ada lagi yang menerima lulusan SD atau bahkan SMP.&lt;br /&gt;Pendidikan seseorang dapat mengubah hidup dan meningkatkan taraf hidupnya bahkan keluarganya. Peter Drucker mengatakan bahwa dimasa depan orang yang tak berpendidikan akan menjadi beban ekonomi yang tidak produktif bagi negaranya. Semua bangsa harus menjadi “masyarakat terdidik” bukan hanya untuk bisa maju atau membangun, tetapi bahkan sekedar untuk bertahan hidup!” (Chang 2002, 130).&lt;br /&gt;Untuk memotivasi anak-anak Dayak pedalaman  Kalimantan Barat agar tertarik melanjutkan pendidikan menjadi tanggungjawab seluruh komponen bangsa, Ada empat macam jenis pendidikan yang merupakan satu kesatuan yang utuh yaitu:&lt;br /&gt;1.       Pendidikan keluarga&lt;br /&gt;2.     Pendidikan sekolah&lt;br /&gt;3.     Pendidikan masyarakat&lt;br /&gt;4.     Pendidikan agama&lt;br /&gt;        Keempat macam pendidikan ini dasar pokoknya adalah pendidikan keluarga. Pendidikan anak-anak di daerah pedalaman harus dimulai dari keluarga. Perlu diberi pengertian kepada seluruh orangtua di daerah pedalaman betapa pentingnya pendidikan untuk masa depan anak-anaknya dalam  menghadapi era globalisasi.&lt;br /&gt;        Peran dari lembaga-lembaga atau perusahaan-perusahaan baik dari dalam negeri maupun luar negeri sangat diperlukan untuk mendukung dana, fasilitas dan tenaga untuk memberi dorongan sehingga anak-anak pedalaman bertekad mau melanjutkan pendidikannya.&lt;br /&gt;        Peranan agama-agama dalam memotivasi anak-anak pedalaman juga sangat dibutuhkan terutama menjauhkan mereka dari perbuatan-perbuatan yang merusak diri mereka sendiri, betapa tidak anak-anak usia Sekolah Dasar sudah banyak merokok, minum-minuman keras dan hal-hal lain yang menjadikan mereka tidak peduli terhadap kesehatan, sebab apabila di masa muda melakukan hal-hal seperti itu pada masa setengah baya saja kita lihat sudah menderita sakit-penyakit.&lt;br /&gt;        Peranan lembaga-lembaga pendidikan juga sangat diperlukan masuk ke daerah-daerah pedalaman, bila perlu manjadi relawan-relawan pendidikan seperti penulis pernah bertemu dari Singapura masuk ke daerah pedalaman hanya untuk memotivasi mereka akan pentingnya pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;Berdasarkan pemaparan dan pengalaman penulis di atas, dapat disimpulkan :&lt;br /&gt;1.       Seluruh komponen bangsa agar mendorong dan memotivasi anak-anak pedalaman Kalbar terus melanjutkan pendidikannya.&lt;br /&gt;2.     Perlunya relawan-relawan baik dari dalam negeri maupun luar negeri memfasilitasi pemberian dana, fasilitas maupun tenaga untuk pendidikan anak-anak pedalaman Kalbar.&lt;br /&gt;3.     Lembaga –lembaga pendidikan harus bekerja keras dengan segala daya untuk mengubah perilaku anak-anak pedalaman Kalbar untuk melanjutkan pendidikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;1.       Paulus Wirutomo,”Pendidikan adalah ibadah”, Departemen Pendidikan Nasional, 2004.&lt;br /&gt;2.     Heru Tjahjono,”Pelangi Pendidikan” Buletin Peningkatan Mutu Pendidikan SLTP, 2000.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8404832553342701580-6168765177591155103?l=jeperis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeperis.blogspot.com/feeds/6168765177591155103/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8404832553342701580&amp;postID=6168765177591155103' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8404832553342701580/posts/default/6168765177591155103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8404832553342701580/posts/default/6168765177591155103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeperis.blogspot.com/2007/04/usaha-memotivasi-anak-pedalaman-kalbar.html' title='USAHA MEMOTIVASI ANAK PEDALAMAN KALBAR'/><author><name>Jeperis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13619367957871181185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_XQ2RWJ7ZCow/SEOSQ5EKQBI/AAAAAAAAAAM/EKEzlaCh4sM/S220/Jep+di+Halim+20Nop06.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
